INDOZONE.ID - Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik panjang antara Ukraina dan Rusia kembali berlanjut.
Kali ini, perwakilan Ukraina dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan terbaru di Florida pada Sabtu 21, Maret 2026, dengan agenda diskusi yang direncanakan berlangsung hingga akhir pekan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari serangkaian negosiasi yang terus diupayakan untuk menemukan jalan keluar dari perang yang telah berlangsung selama empat tahun. Namun, dalam pembicaraan kali ini, pihak Rusia tidak ikut serta.
Baca juga: Perundingan Damai Ukraina-Rusia di Jenewa Buntu, Zelensky Tuding Rusia Sengaja Perpanjang Perang
Kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov, menyampaikan bahwa diskusi berjalan dengan fokus pada isu-isu utama serta langkah lanjutan dalam proses negosiasi.
Ia menjelaskan bahwa kedua pihak berusaha menyamakan pandangan agar dapat mendorong kemajuan yang lebih nyata. Fokus utama diarahkan pada langkah-langkah konkret yang bisa membawa hasil dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina telah beberapa kali menggelar pertemuan dengan mediasi Amerika Serikat, termasuk di Uni Emirat Arab dan Jenewa.
Meski sudah ada kesepakatan terkait pertukaran tahanan, hingga kini belum ada terobosan signifikan untuk menghentikan konflik secara menyeluruh.
Pihak Gedung Putih menyebut pertemuan terbaru ini berlangsung konstruktif. Diskusi difokuskan pada upaya mempersempit perbedaan yang masih menjadi penghambat tercapainya kesepakatan damai.
Baca juga: Trump Marah Ukraina Serang Kediaman Putin di Tengah Perundingan Damai
Tim negosiasi Amerika Serikat dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff bersama Jared Kushner, yang merupakan menantu Presiden Donald Trump.
Witkoff menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik komitmen berkelanjutan dalam proses dialog ini. Menurutnya, penyelesaian konflik Ukraina tidak hanya penting bagi kedua negara, tetapi juga berdampak besar terhadap stabilitas global.
Ia juga mengapresiasi dukungan Presiden Trump dalam mendorong proses diplomasi tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menegaskan bahwa jalur diplomasi harus terus dijaga demi mengakhiri perang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com