Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 16:05 WIB

Zelenskyy Siap Kerja Sama dengan AS untuk Rumuskan Rencana Akhiri Perang di Ukraina

Zelenskyy Siap Kerja Sama dengan AS untuk Rumuskan Rencana Akhiri Perang di UkrainaPresiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ankara, Turki, 19 November 2025. (Reuters/Umit Bektas)

INDOZONE.ID - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali menegaskan kesediaannya bekerja sama dengan AS untuk merumuskan rencana damai yang ditujukan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan dengan Rusia. 

Hal ini disampaikan setelah pertemuan Zelenskyy dengan pejabat tinggi Angkatan Darat AS di Kyiv pada Kamis (20/11), yang menjadi titik awal pembahasan serius mengenai rencana Zelenskyy akhiri perang Ukraina dengan AS.

Langkah diplomatik Washington muncul di tengah situasi sulit yang melanda Kyiv, di mana pasukan Ukraina sedang terdesak di garis depan medan perang.

Baca juga: Zelenskyy Desak Pertemuan dengan Putin di Tengah Mandeknya Upaya Perdamaian

Sementara pemerintahan Zelenskyy diterpa skandal korupsi yang membuat parlemen memecat dua menteri sehari sebelumnya.

Dalam pernyataan melalui Telegram, Zelenskyy menuliskan bahwa Ukraina dan AS sepakat untuk membahas poin-poin utama dalam dokumen rencana perdamaian tersebut.

Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja cepat dan transparan bersama Washington.

Baca juga: Zelenskyy: Rusia Lakukan Segala Cara untuk Cegah Pertemuan dengan Putin

Kami siap melakukan kerja yang konstruktif, jujur, dan segera,” tulis Zelenskyy, menekankan bahwa Zelenskyy siap kerja sama dengan AS akhiri perang.

Kantor kepresidenan Ukraina tidak mengungkap detail 28 poin dalam draft itu, namun menyebut Zelenskyy telah menyampaikan prinsip-prinsip mendasar yang dianggap penting bagi rakyat Ukraina. 

Ia juga dijadwalkan berdiskusi langsung dengan Presiden AS, Donald Trump, dalam beberapa hari ke depan untuk membahas peluang diplomatik yang ada.

Sejumlah diplomat Eropa mengkhawatirkan rancangan tersebut karena diduga mencakup syarat agar Ukraina menyerahkan sebagian wilayah dan membatasi persenjataan yang dinilai terlalu dekat dengan bentuk penyerahan diri.

Gedung Putih, melalui juru bicara Karoline Leavitt, menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio serta utusan khusus Steve Witkoff telah merumuskan draft rencana itu selama sebulan. 

Menurutnya, Presiden Trump mendukung penuh hasil kerja mereka dan menilai rencana tersebut dapat diterima kedua pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Zelenskyy Siap Kerja Sama dengan AS untuk Rumuskan Rencana Akhiri Perang di Ukraina

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!