Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
INDOZONE.ID - Rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyeret negara sekutunya terlibat dalam perang melawan Iran gagal total.
Ajakan Trump untuk mengirim pasukan dalam rangka "membuka" Selat Hormuz bertepuk sebelah tangan.
Selat Hormuz merupakan salah satu lokasi paling strategis dalam rute perdagangan internasional.
Sekitar 20 persen distribusi untuk produk energi turunan minyak bumi melintasi kawasan itu.
Selat tersebut sempat ditutup Iran setelah serangan terkoordinasi Amerika dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca juga: Ledek Trump, Militer Iran Sebut Operasi Amerika Bukan "Epic Fury" tapi "Epic Fear"
Meski belakangan Iran menegaskan Selat Hormuz terbuka, kecuali untuk musuh mereka. Hal ini merujuk ke Amerika dan sekutunya yang terlibat serangan ke Iran.
Nah, berikut ini daftar negara yang telah menolak berpartisipasi dalam operasi "membuka" Selat Hormuz.
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer telah menegaskan negaranya tidak akan ambil bagian untuk "memperlebar perang".
Keir sebelumnya juga membuat Trump kesal. Pasalnya, ia menolak mengizinkan pangkalan militer Inggris menjadi titik awal serangan ke Iran.
Baca juga: Iran Tantang Donald Trump: Jika Berani Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia
Sementara itu, Inggris juga belum memberikan persetujuan untuk mengggunakan kapal penyapu ranjaunya di Selat Hormuz. Keir beralasan perlu membahasnya terlabih dulu dengan timnya.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan tidak berencana mengirim angkatan laut ke Selat Hormuz untuk mengawal yang melintas di sana.
Konstitusi Jepang Pasca-perang, menurut dia, membatasi tindakan semacam itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber