INDOZONE.ID - Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru pada Senin, 9 Maret 2026, menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan pada hari pertama konflik terbaru di kawasan Timur Tengah.
Penunjukan ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali penuh atas pemerintahan Iran, sekaligus memperkecil kemungkinan berakhirnya perang dalam waktu dekat.
Keputusan tersebut juga memicu dampak luas di pasar global. Ketidakpastian terhadap pasokan energi dunia membuat harga minyak melonjak tajam, sementara pasar saham internasional mengalami penurunan signifikan.
Mojtaba Khamenei, yang kini berusia 56 tahun, dikenal sebagai ulama Syiah yang memiliki pengaruh kuat di kalangan aparat keamanan serta jaringan bisnis besar yang terkait dengan mereka.
Namun pengangkatannya langsung mendapat penolakan dari Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump, yang menuntut Iran menyerah tanpa syarat.
Baca juga: Ayatollah Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Media pemerintah Iran menayangkan kerumunan besar masyarakat yang turun ke jalan di sejumlah kota untuk menunjukkan dukungan terhadap pemimpin baru tersebut.
Mereka membawa bendera Iran serta foto ayah Mojtaba, Ali Khamenei, yang sebelumnya menjabat sebagai pemimpin tertinggi dan tewas akibat serangan udara pada awal konflik.
Di kota Isfahan, televisi pemerintah melaporkan suara ledakan yang diduga berasal dari serangan udara di sekitar kota. Meski demikian, para pendukung pemerintah tetap berkumpul di Lapangan Imam, salah satu kawasan bersejarah kota tersebut.
Mereka meneriakkan takbir di bawah panggung yang menampilkan foto Ali Khamenei dan Mojtaba Khamenei.
Sementara itu di ibu kota Tehran, seorang pelantun elegi terdengar menyanyikan lagu yang berisi dukungan fanatik terhadap keluarga Khamenei. Lagu tersebut menggambarkan kesetiaan terhadap pemimpin sebagai jalan menuju pengorbanan demi negara dan keyakinan.
Baca juga: Trump Peringatkan Pemimpin Baru Iran Tidak akan Bertahan Tanpa Persetujuan AS
Setelah pengumuman tersebut, sejumlah tokoh politik dan lembaga negara Iran segera menyatakan kesetiaan mereka kepada pemimpin baru.
Salah satu pernyataan datang dari dewan pertahanan Iran yang menegaskan bahwa mereka akan mematuhi komando pemimpin tertinggi hingga titik darah terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com