Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 MARET 2026 • 09:09 WIB

Operasi Militer AS di Iran Baru Permulaan: Sangat Sesuai Rencana!

Operasi Militer AS di Iran Baru Permulaan: Sangat Sesuai Rencana!Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, berpidato di Miami, AS, 7 Maret 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran belum akan selesai dalam waktu dekat. Itu merupakan pernyataan dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.

Ia menegaskan, bahwa operasi militer AS terhadap Israel bahkan baru permulaan. Hegseth menyatakan kekuatan Iran akan makin melemah seiring dengan serangan AS.

Operasi Militer AS di Iran Baru Permulaan: Sangat Sesuai Rencana!Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS-Israel Vs Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)

"(Kekuatan Iran) Menipis dan akan semakin tipis. Sekali lagi, yang ingin saya sampaikan kepada pemirsa Anda adalah ini baru permulaan," kata Hegseth di 60 Minutes CBS News, Minggu 8 Maret 2026, dikutip dari ANTARA, Selasa (10/3/2026).

Hegseth menyatakan operasi militer AS berjalan sesuai dengan rencana. Tak ayal, ia menolak anggapan bahwa operasi militer AS akan rampung dalam waktu dekat ini.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Perang Berpotensi Berlarut

"Kami sangat sesuai rencana," jelasnya.

Kamu harus tahu, Pentagon, Departemen Pertahanan AS, lebih dari 50 ribu tentara AS terlibat dalam Operasi Epic Fury. Operasi militer AS itu telah menyerang sekira 3.000 target di Iran hingga Jumat 6 Maret 2026.

Hegseth pun menegaskan, bahwa kekuatan militer AS lebih baik ketimbang Iran. Kekuatan militer AS akan bertambah kuat dengan bergabungnya militer Israel.

"Jika kami (AS) menggabungkan angkatan udara kami dengan angkatan udara Angkatan Pertahanan Israel, maka mereka adalah dua angkatan udara terkuat di dunia," ucapnya.

AS Mau Iran Nyerah Tanpa Syarat atau Korban Jiwa Makin Banyak

Hegseth menjelaskan, bahwa negaranya berjuang untuk memenangkan perang dengan Iran. Ia pun mengulangi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, supaya Iran menyerah tanpa syarat.

"Artinya, kami berjuang untuk menang. Artinya, kami menetapkan syaratnya. Kami akan tahu kapan mereka tidak mampu lagi bertempur," ujar Hegseth.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel, Konflik AS-Israel vs Iran Picu Krisis Energi Global

Jika perlawanan terus dilakukan oleh Iran, Hegseth menyinggung soal peluang bertambahnya korban jiwa. Itu sesuai dengan pernyataan Trump sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Operasi Militer AS di Iran Baru Permulaan: Sangat Sesuai Rencana!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!