Rudal Iran menuju Israel sebagai serangan balasan. (REUTERS/Dylan Martinez)
INDOZONE.ID - Iran akan menyerang negara mana pun yang ikut dalam agresi Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap pihak Teheran.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, bahkan menyatakan negara yang bantu AS-Israel melakukan agresi ke pihak Teheran, sah menjadi target.
“Bergabung dengan Amerika dan Israel dalam agresi terhadap Iran, mereka juga akan menjadi target sah bagi pembalasan Iran,” kata Takht-Ravanchi dalam wawancara dengan media France 24, dikutip dari Antara, Sabtu (7/3/2026).
Takht-Ravanchi menyatakan Iran telah memberi tahu negara-negara lain, termasuk Eropa, agar tidak membantu agresi AS-Israel ke wilayahnya. Sebab, ada konsekuensi di balik tindakan tersebut.
Baca juga: Tembus Kecepatan Suara! Membedah Teknologi 'Siluman' di Balik Rudal Hipersonik Terbaru Iran
Ia pun menegaskan, Iran tidak berniat bernegosiasi dengan AS karena pihak Washington DC tidak dapat dipercaya.
Takht-Ravanchi menjelaskan, bahwa AS telah berkhianat karena menyerang Iran saat diplomasi masih berlangsung. Ia menegaskan, Iran hanya membela diri.
"Tidak, kami tidak mempercayai Amerika, pemerintahan AS. Karena mereka mengkhianati, bukan hanya mengkhianati kami, tetapi mereka mengkhianati diplomasi. Kami sedang dalam proses negosiasi ketika mereka mulai menyerang kami... Kami membela diri," ungkap Takht-Ravanchi.
AS-Israel memulai serangan ke Iran sejak Sabtu 28 Februari 2026, waktu setempat. Sebanyak 926 orang meninggal dunia, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan sejumlah bangunan rusak.
Iran tidak tinggal diam saja dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran membalas dengan meluncurkan sejumlah rudal dan pesawat tak berawak ke Israel serta sejumlah aset militer AS di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara