INDOZONE.ID - Duka mendalam menyelimuti Iran. Ratusan jenazah siswi dan staf sekolah yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel akhirnya dimakamkan secara massal di kota Minab, selatan Iran, Selasa (3/3/2026).
Pemakaman ini menjadi salah satu episode paling memilukan dalam konflik terkini. Ribuan warga memenuhi alun-alun kota, berkabung atas gugurnya 165 korban jiwa, sebagian besar adalah siswi.
Dalam suasana haru, para pria mengibarkan bendera Iran sementara para wanita yang mengenakan chador hitam berdiri terpisah, sesekali melontarkan yel-yel "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel".
Seorang ibu yang mengaku sebagai orang tua salah satu korban, Atena, maju ke panggung sambil memegang foto putrinya.
Baca juga: Ada Ruam Kemerahan di Leher Donald Trump saat Upacara Medal of Honor, Sakit Apa?
Ia menyebutnya sebagai "dokumen kejahatan Amerika". "Mereka mati di jalan Tuhan," ujarnya dengan suara bergetar.
Serangan pada Sabtu lalu itu disebut terjadi di sebuah sekolah dasar di Minab, tak lama setelah AS dan Israel mengumumkan serangan gabungan mereka ke Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengutuk keras insiden ini di media sosial.
"Ini adalah kuburan yang digali untuk lebih dari 160 gadis muda tak berdosa yang tewas dalam pemboman AS-Israel di sebuah sekolah dasar. Tubuh mereka hancur berkeping-keping," tulisnya.
Pemerintah AS melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio membantah dengan sengaja menargetkan sekolah. "Amerika Serikat tidak akan dengan sengaja menargetkan sebuah sekolah," klaimnya.
Baca juga: 40 Negara Mulai Rasakan Dampak dari Krisis yang Terjadi di Selat Hormuz
Ia juga menyatakan bahwa jika serangan itu benar berasal dari AS, maka akan ada investigasi dari Departemen Perang.
Sikap serupa ditunjukkan Komando Pusat AS (Centcom) yang mengatakan sedang "melihat" laporan mengenai jatuhnya korban sipil.
Sementara itu, militer Israel mengaku tidak mengetahui adanya serangan dari pihak mereka atau AS di area tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aljazeera