Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 03 MARET 2026 • 16:35 WIB

400 Ribu Ton Beras Basmati India Tertahan di Pelabuhan Akibat Perang Iran

Author

400 Ribu Ton Beras Basmati India Tertahan di Pelabuhan Akibat Perang IranIlustrasi beras Basmati (freepik). 

INDOZONE.ID - Konflik yang meluas di Timur Tengah kini mulai berdampak pada rantai pasokan pangan global. 

Sekitar 400 ribu metrik ton beras basmati asal India dilaporkan tertahan di pelabuhan dan dalam perjalanan setelah serangan AS-Israel ke Iran memicu kekacauan jalur pelayaran.

India, sebagai pengekspor beras basmati terbesar di dunia, sangat bergantung pada pasar Timur Tengah. 

Negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab biasanya menyerap lebih dari setengah total ekspor komoditas premium ini.

Namun, sejak serangan akhir pekan lalu, situasi berubah drastis. 

Baca juga: Netanyahu: Perang Lawan Iran Tak Akan Berlangsung Bertahun-Tahun

"Sekitar 200.000 ton beras basmati macet dalam perjalanan, dan jumlah yang sama terdampar di pelabuhan India," ungkap Satish Goel, ketua Asosiasi Eksportir Beras Seluruh India (AIREA), kepada Reuters, Selasa (3/3/2026).

Gangguan utama berasal dari menghindarinya kapal tanker dan kontainer dari Selat Hormuz, jalur air kritis yang saat ini menjadi zona konflik aktif. 

Situasi diperparah dengan pembatalan asuransi untuk kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut, yang secara otomatis melonjakkan tarif angkutan kontainer hingga lebih dari dua kali lipat.

Eksportir pun berada dalam posisi sulit. Mereka telah memindahkan stok ke pelabuhan, namun tak bisa mengirimkannya. 

Sementara itu, biaya penyimpanan di pelabuhan terus membengkak dan tidak ada pasar alternatif yang mampu menyerap volume sebesar itu dalam waktu cepat.

Baca juga: Iran Gelar Pemakaman Massal 165 Siswi Korban Serangan Bom Amerika-Israel

Ekspor Terhenti, Harga Mulai Anjlok

Dampaknya sudah terasa. Eksportir tidak lagi berani menerima pesanan baru dari Timur Tengah, memprioritaskan pengiriman untuk kontrak lama. 

Jika situasi ini berlarut, beberapa perusahaan bahkan mungkin akan terpaksa menggunakan klausul force majeure (kegagalan memenuhi kontrak karena keadaan kahar).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

400 Ribu Ton Beras Basmati India Tertahan di Pelabuhan Akibat Perang Iran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!