Ilustrasi kelahiran anak di Korea Selatan. (allkpop.com)
INDOZONE.ID - Setelah nyaris satu dekade terpuruk dalam krisis demografi, Korea Selatan akhirnya menunjukkan secercah harapan.
Data resmi pemerintah yang dirilis Rabu (25/2/2026) mencatat angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) di Negeri Ginseng pada tahun 2025 berada di angka 0,80.
Meski masih sangat rendah, angka ini naik dari 0,75 di tahun 2024.
Kenaikan ini menandai tahun kedua berturut-turut angka kelahiran Korsel mengalami peningkatan.
Sebelumnya, negara dengan angka kelahiran terendah di dunia ini mencatat rekor terburuk pada 2023 dengan TFR hanya 0,72.
Baca juga: Meksiko Klaim Kondisi Telah Pulih Usai Operasi Militer yang Menewaskan El Mencho
Apa yang membuat angka kelahiran mulai merangkak naik? Kementerian Data dan Statistik Korsel menyebut bahwa peningkatan jumlah pernikahan menjadi faktor kunci.
Tahun 2025, angka pernikahan melonjak 8,1%, melanjutkan rekor kenaikan terbesar sepanjang masa sebesar 14,8% di tahun sebelumnya.
Padahal, pernikahan biasanya menjadi indikator utama kelahiran dengan jeda waktu satu hingga dua tahun.
Selain itu, ada faktor demografis alami: meningkatnya jumlah penduduk berusia 30-an, yang merupakan usia paling umum untuk menikah dan memiliki anak.
Baca juga: Helikopter Militer Iran Jatuh di Komplek Pasar Buah, Penyebabnya Belum Diketahui
Perubahan sikap sosial terhadap pernikahan dan keluarga juga ikut berkontribusi.
Survei pemerintah tahun 2024 menunjukkan 52,5% warga Korsel memiliki pandangan positif tentang pernikahan, naik dari 50,1% di tahun 2022.
Lebih Cepat dari Proyeksi, Tapi Masih Perlu Dicermati
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters