Presiden Prabowo Subianto bersama pemimpin negara lain menandatangani Board of Peace yang digagas oleh Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Tim Media Presiden)
INDOZONE.ID - Tentara Indonesia akan dikirim ke Jalur Gaza, Palestina, untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF). Pengiriman itu membuat Ketua Nasional Americans For A Safe Israel (AFSI), Moshe Phillips, cemas.
Ia menyarankan Israel mencegah kedatangan tentara Indonesia tersebut. Ia menilai Israel harus berpikir dua kali untuk membiarkan tentara dari negara yang menolak mengakui mereka, masuk ke Gaza.
Presiden Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto (Instagram/tedskyfriendsofficial)
Phillips menilai penempatan tentara Indonesia, yang telah dilatih sebagai pasukan penjaga perdamaian, di Gaza akan jadi kesalahan strategis.
Indonesia tidak pernah punya hubungan diplomatik dengan Israel. Bahkan, Indonesia tidak mengakui kedaulatan Israel karena dianggap telah melakukan penjajahan terhadap Palestina.
Oleh karena itu, Phillips menilai penempatan tentara Indonesia di Gaza akan merugikan Israel. Ia melihat tentara Indonesia di Gaza bukan sebagai aktor netral dalam upaya perdamaian di Palestina.
Baca juga: Kontroversial, Dubes AS Tidak Keberatan Israel Perluas Wilayah di Timur Tengah!
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan telah mengkonfirmasi lebih dulu perihal pengerahan personel Indonesia untuk bergabung dengan ISF.
Konfirmasi itu dilakukan kala kehadiran Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG), Ali Shaath, hadir dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Kamis 19 Februari 2026, waktu setempat.
“Pihak Palestina ada di sana, dan mereka sudah tahu, sudah paham. Kemudian kita juga sudah menyampaikan caveat (syarat) nasional kita, jadi semuanya sudah terlibat,” katanya saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat 20 Februari 2026, malam waktu setempat, dikutip dari Antara, Selasa (24/2/2026).
Sugiono menyatakan kehadiran bergabungnya personel Indonesia ke ISF bisa memenuhi permintaan Ali Shaath. Sebelumnya, Ali Shaath menegaskan betapa pentingnya mempertahankan gencatan senjata dan situasi kondusif saat pemulihan di Jalur Gaza.
Baca juga: Tekanan Global Tak Berpengaruh, Israel Terus Lanjutkan Kebijakan Anti-Palestina
Sugiono menjelaskan, bahwa personel Indonesia akan ditempatkan di Rafah, Gaza Selatan. Setelahnya, rincian teknis dan operasional personel Indonesia akan ditetapkan.
Sementara itu, Juru Bicara RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan personel Indonesia akan fokus pada tugas-tugas kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Israel National News, Antara