Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Dan Mullan)
INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat gebrakan. Ia memerintahkan AS mundur dari 66 organisasi internasional, pada Rabu 7 Januari 2026.
Melalui “Memorandum Kepresidenan” yang ditandatanganinya, Trump memerintahkan lembaga-lembaga AS mundur dari 66 organisasi internasional. Sebab, dianggap tidak lagi melayani kepentingan AS.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
"Memorandum tersebut memerintahkan semua Departemen dan Lembaga Eksekutif untuk berhenti berpartisipasi dan mendanai 35 organisasi non-PBB (PBB) dan 31 entitas PBB yang beroperasi bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, atau kedaulatan AS," ungkap informasi yang dibagikan Gedung Putih, dikutip dari ANTARA, Kamis (8/1/2026).
Pengunduran diri AS menandakan, bahwa pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Negeri Paman Sam juga berakhir di 66 organisasi internasional tersebut.
AS menilai ini bagian dari upaya untuk memulihkan kedaulatan Negeri Paman Sam dan mengurangi pengeluaran ke lembaga-lembaga yang tidak mengedepankan kepentingan mereka.
Baca juga: Trump Cabut Keanggotaan AS dari 66 Organisasi Global yang Tak Sejalan dengan Kepentingan Nasional
“Mengkritik kebijakan pemerintah, memajukan agenda yang bertentangan dengan nilai-nilai kami, atau menyia-nyiakan uang pembayar pajak dengan berpura-pura menangani isu-isu penting tetapi tidak mencapai hasil nyata apa pun,” sambung pernyataan Gedung Putih.
AS berencana mengalihkan sumber daya ke infrastruktur, kesiapan militer, keamanan perbatasan, dan perlindungan terhadap berbagai perusahaan Amerika dari campur tangan asing.
Keputusan AS pun menuai respons dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia. Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menilai keputusan AS menekan multilateralisme dan tantangan dunia.
“Kita khawatir dengan prospek makin tertekannya multilateralisme dan tantangan dunia yang berdasarkan kerja sama internasional ini,” kata Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang setelah taklimat media di Jakarta, pada hari ini.
Ia menegaskan, Indonesia mendorong semua negara untuk tetap memegang teguh prinsip multilateralisme, termasuk kesetaraan dan inklusifitas, untuk menjawab tantangan dunia yang makin berat setiap waktunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara