INDOZONE.ID - Orang tua pelaku penikaman di Taiwan minta maaf secara terbuka kepada publik setelah insiden berdarah di jaringan MRT Taipei yang menewaskan tiga orang dan melukai belasan lainnya.
Dengan penuh penyesalan, keduanya berlutut di hadapan wartawan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas tindakan sang anak.
Insiden penikaman tersebut terjadi pada Jumat sore pekan lalu, saat jam sibuk. Pelaku berusia 27 tahun yang diidentifikasi sebagai Chang Wen diduga melepaskan bom asap di stasiun utama MRT Taipei sebelum melakukan penikaman secara acak.
Baca juga: Polisi Pastikan Aksi Penikaman di Taipei Dilakukan Pelaku Tunggal, Terencana Sejak Awal
Akibat serangan itu, sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka.
Chang ditemukan meninggal dunia di hari yang sama. Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, menyebut pelaku diduga melompat dari sebuah gedung di sekitar lokasi kejadian usai melakukan aksinya.
Pada Selasa (23/12/2025), kedua orang tua Chang muncul di hadapan publik saat mendatangi Pusat Pemeriksaan Forensik dan Otopsi Kota Taipei. Mengenakan topi dan masker, keduanya berlutut dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Baca juga: Penusukan Massal di Taiwan: 4 Tewas, Pelaku Lempar Bom Asap
Momen tersebut terekam kamera dan video orang tua berlutut di Taipei itu disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi nasional. Tayangan tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu reaksi emosional dari masyarakat.
“Tindakan keji yang dilakukan Chang Wen telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat serta penderitaan mendalam bagi para korban dan keluarganya,” ujar sang ayah.
“Kami sungguh meminta maaf dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan proses hukum,” tambahnya sambil membungkuk bersama sang istri.
Permintaan maaf terbuka kasus MRT Taipei ini menjadi sorotan karena jarang terjadi dalam kasus kriminal besar di Taiwan.
Polisi sendiri masih mendalami motif di balik serangan tersebut, yang berlangsung di beberapa titik, mulai dari stasiun utama MRT, kawasan pusat perbelanjaan bawah tanah, hingga stasiun lainnya.
Meski demikian, aparat menyatakan unsur terorisme sementara telah dikesampingkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Taipei Times