Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 21:46 WIB

Hindari Tarif Amerika Serikat yang Tinggi, Indonesia Jadi Pilihan Utama Investor China di Asia Tenggara

Hindari Tarif Amerika Serikat yang Tinggi, Indonesia Jadi Pilihan Utama Investor China di Asia TenggaraSeorang pekerja mengoperasikan roller sheepsfoot di kawasan Subang Smartpolitan di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

INDOZONE.ID - Perusahaan-perusahaan China semakin melirik Indonesia sebagai tujuan ekspansi bisnis.

Hal ini dilakukan untuk menghindari tarif impor yang tinggi dari Amerika Serikat, sekaligus memanfaatkan potensi pasar lokal yang besar dan terus berkembang.

Gao Xiaoyu, pendiri perusahaan konsultan kawasan industri di Jakarta, mengaku menerima banyak permintaan dari perusahaan China yang ingin memindahkan atau membangun perusahaannya di Indonesia.

“Akhir-akhir ini kami sangat sibuk, pertemuan dari pagi hingga malam. Kawasan industri juga ramai,” kata Gao Xiaoyu.

Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Dagang dengan China Selama 90 Hari, Tarif Tinggi Sementara Ditunda

Gao mendirikan PT Yard Zeal Indonesia pada 2021 dengan empat karyawan, kini berkembang menjadi lebih dari 40 karyawan.

Saat ini, tarif impor Amerika Serikat untuk barang dari Indonesia berada di angka 19%, sama dengan Malaysia, Filipina, dan Thailand, serta sedikit di bawah Vietnam yang mencapai 20%.

Sementara itu, tarif untuk barang dari China bisa menembus lebih dari 30%.

Indonesia Punya Daya Tarik di Asia Tenggara

Indonesia tidak hanya menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga negara berpenduduk keempat terbanyak di dunia.

Keunggulan ini membuat pasar konsumen Indonesia menjadi magnet bagi investor asing, termasuk dari China.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2025 mencapai 5,12%, melampaui perkiraan dan menjadi yang tercepat dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Investor Nyaman, Ekonomi Aman: Jateng Genjot Pelayanan Investasi

“Jika bisa membangun bisnis di Indonesia, berarti Anda menguasai separuh pasar Asia Tenggara,” kata Zhang Chao, produsen lampu motor asal China yang memasarkan produknya di Indonesia, pasar motor terbesar ketiga di dunia.

Mira Arifin dari Bank of America menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang melimpah, terutama populasi muda. Kondisi ini mendorong investor untuk memperluas bisnis dengan cepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hindari Tarif Amerika Serikat yang Tinggi, Indonesia Jadi Pilihan Utama Investor China di Asia Tenggara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!