Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 21 AGUSTUS 2025 • 21:20 WIB

Intelijen Selandia Baru Sebut China Paling Aktif Lakukan Campur Tangan Asing

Intelijen Selandia Baru Sebut China Paling Aktif Lakukan Campur Tangan AsingBendera China. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)

INDOZONE.ID - Dinas intelijen Selandia Baru (NZSIS) dalam laporan intelijen Selandia Baru tentang China mengungkapkan bahwa Beijing merupakan kekuatan asing paling aktif yang berupaya memengaruhi politik dan masyarakat di negeri Kiwi. 

Isi laporan intelijen Selandia Baru yang dirilis Kamis (21/8/2025) itu menekankan bahwa negara tersebut kini menghadapi situasi keamanan nasional paling kompleks dalam beberapa dekade terakhir.

Menurut intelijen keamanan Selandia Baru, memburuknya kondisi global, meningkatnya polarisasi, serta meluasnya ketidakpuasan masyarakat menjadi faktor utama munculnya ancaman baru. 

Baca juga: Warganya Banyak Dapat Serangan di Australia, Pemerintah China Keluarkan Peringatan Keamanan

Meski ada beberapa negara yang mencoba melakukan manipulasi, China disebut paling aktif terlibat dalam upaya campur tangan.

Beijing segera bereaksi terhadap tuduhan tersebut. Kedutaan Besar China di Wellington menilai reaksi Selandia Baru terhadap China itu tidak berdasar dan hanya akan merusak hubungan bilateral. 

Seorang juru bicara menyebut tuduhan NZSIS sebagai fitnah yang dikemas ulang untuk audiens lokal. 

Baca juga: Hindari Tarif Amerika Serikat yang Tinggi, Indonesia Jadi Pilihan Utama Investor China di Asia Tenggara

Meski demikian, China menegaskan tetap memandang Selandia Baru sebagai mitra, asalkan kedua pihak mau bekerja sama menjaga stabilitas.

Dalam isi laporan intelijen Selandia Baru, NZSIS menuding United Front Work Department, lembaga di bawah Partai Komunis China, aktif melakukan aktivitas pengaruh asing. 

Walau tidak semua kegiatannya dianggap negatif, banyak di antaranya yang dinilai manipulatif, koersif, dan berpotensi merugikan organisasi dalam negeri.

Peringatan juga diberikan kepada pelaku usaha. Menurut laporan tersebut, hukum keamanan nasional China mewajibkan perusahaan dan individu di negaranya untuk bekerja sama dengan aparat keamanan. Hal ini bisa menimbulkan risiko bagi dunia usaha Selandia Baru.

Selain itu, intelijen menyebut aktivitas spionase asing masih marak, termasuk serangan siber terhadap infrastruktur penting, penelitian, dan teknologi. Beberapa operasi mata-mata bahkan diduga belum terdeteksi.

Laporan ini juga menekankan bahwa kawasan Indo-Pasifik menjadi pusat persaingan strategis antarnegara besar. China dinilai sebagai aktor yang agresif dalam memperluas pengaruhnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Intelijen Selandia Baru Sebut China Paling Aktif Lakukan Campur Tangan Asing

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!