Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kanan) berjabat tangan dengan Komandan Komando Indo Pasifik Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Laksamana Samuel Paparo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
INDOZONE.ID - Indonesia dan Amerika Serikat resmi membuka latihan militer gabungan tahunan pada Senin (25/8/2025).
Latihan yang dikenal dengan nama Super Garuda Shield ini melibatkan pasukan dari lebih dari selusin negara lain, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat pengaruh Cina.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tahun ini, fokus utama latihan adalah memperkuat kerja sama pertahanan masing-masing regional.
Baca juga: Anggota TNI Jadi Korban Penikaman di Depan Mal The Park Kendari, Polisi Buru Tukang Parkir
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, saat upacara pembukaan.
“Latihan ini adalah wujud kebersamaan kita dalam menghadapi setiap tantangan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Upacara pembukaan juga dihadiri oleh Laksamana Samuel Paparo, Komandan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat.
Ia menegaskan bahwa latihan ini mencerminkan komitmen negara-negara peserta untuk menjaga kedaulatan sekaligus memperkuat kemitraan dengan dasar saling menghormati.
Super Garuda Shield pertama kali digelar pada 2009. Sejak 2022, jumlah negara peserta diperluas.
Baca juga: Korea Utara Tuduh Militer Korsel Lepaskan Tembakan Peringatan di Perbatasan
Selain Indonesia dan Amerika Serikat, negara yang ikut serta antara lain Australia, Jepang, Singapura, Inggris, Prancis, Kanada, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Brasil, dan Korea Selatan.
Tahun ini, sekitar 6.500 personel militer dari berbagai negara terlibat dalam latihan besar tersebut.
“Latihan ini adalah bentuk tekad bersama untuk mencegah siapa pun yang berusaha mengubah kondisi di lapangan dengan kekerasan. Semua peserta sepakat menegakkan prinsip kedaulatan,” kata Paparo.
Meski hubungan Indonesia dengan Cina secara umum berjalan positif, Indonesia tetap menyuarakan keprihatinan atas masuknya kapal-kapal Cina ke zona ekonomi eksklusif (ZEE) di Laut Cina Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA