INDOZONE.ID - Universitas Columbia menjatuhkan sanksi berat terhadap hampir 80 mahasiswa anggota organisasi CUAD (Columbia University Apartheid Divest), Selasa (22/7/2025).
Mereka terlibat dalam aksi protes mendukung palestina. Aksi protes CUAD sudah dimulai sejak musim semi 2024.
Demonstran menggelar tenda protes di area kampus selama masa Alumni Weekend 2024. Mereka menuntut penarikan investasi dari perusahaan yang terafiliasi dengan militer Israel.
Baca juga: Duka dan Amarah Warga Bangladesh Usai Jet Tempur Jatuh Tewaskan 31 Orang di Sekolah
Aksi mahasiswa Columbia ini memicu aksi serupa di berbagai kampus dunia. Pada April hingga awal Mei lalu, Universitas Columbia mengizinkan ratusan polisi New York masuk ke kampus dan membubarkan paksa tenda-tenda demonstran pro-Palestina tersebut.
Beberapa mahasiswa ditangkap dan ditahan akibat aksi bela kemanusiaan itu. Mahasiswa kembali melakukan aksi saat masa ujian akhir dengan duduk di depan Perpustakaan Butler.
Mahasiswa tetap menuntut hal sama pada aksi ini, yaitu memutus investasi di perusahaan-perusahaan yang terlibat dengan militer Israel.
Universitas Columbia yang tidak setuju dengan aksi tersebut mengganjar mereka yang terlibat. Jenis-jenis sanksi yang diberikan beragam, dari pemecatan, skorsing studi hingga tiga tahun, dan pencabutan gelar akademik.
Baca juga: 21 Anak Meninggal Akibat Kelaparan, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah
Pihak universitas menganggap aksi mahasiswa “mengganggu kegiatan akademik” dan melanggar aturan kampus. Pihak kampus menyatakan bahwa putusan ini mutlak dan final.
Pemberian sanksi terhadap mahasiswa CUAD menuai kecaman dari berbagai pihak. Presiden Sementara Columbia, Claire Shipman, dicemooh saat wisuda karena kebijakan kerasnya terhadap demonstran.
Ditengah meningkatkan penolakan terhadap aksi pro-Palestina, kondisi di Palestina sendiri kini kian terus memburuk.
Warga Palestina tidak mendapatkan suplai makanan, air, dan obat-obatan. Setidaknya 15 orang meninggal setiap hari karena kelaparan.
Baca juga: Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Besar dengan Jepang, Termasuk Tarif Balasan 15 Persen
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera