INDOZONE.ID - Hujan lebat di Korea Selatan yang telah mengguyur sejak empat hari terakhir terus memperburuk situasi, menyebabkan banjir bandang di berbagai wilayah dan membuat ribuan warga Korsel mengungsi.
Hingga Sabtu (19/7/2025), hampir 3.000 orang masih belum bisa kembali ke rumah mereka. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi empat orang, dan dua lainnya masih dalam pencarian.
Badan cuaca setempat memperkirakan hujan masih akan turun hingga Senin di sejumlah daerah, khususnya wilayah tengah dan selatan.
Pemerintah pun mengeluarkan peringatan waspada terhadap risiko banjir dan tanah longsor, sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap dampak hujan ekstrem Korsel.
Baca juga: Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Didakwa atas Penyalahgunaan Kekuasaan
Menurut laporan Kementerian Dalam Negeri, hingga pukul 6 pagi waktu setempat, sebanyak 2.816 orang masih mengungsi.
Adapun total lebih dari 7.000 warga yang dievakuasi selama beberapa hari terakhir akibat hujan deras tanpa henti.
Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Seosan, di Provinsi Chungcheong Selatan. Di daerah ini, curah hujan telah mencatatkan angka lebih dari 500 mm sejak Rabu, yang merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Di beberapa pedesaan, kandang dan peternakan terendam air, memaksa hewan ternak seperti sapi bertahan dengan hanya kepala yang masih terlihat di permukaan air. Foto-foto dari lapangan menunjukkan betapa parahnya kondisi banjir bandang di Korea Selatan.
Baca juga: Rusia Peringatkan AS, Korea Selatan, dan Jepang agar Tak Bentuk Aliansi Keamanan Anti Korut
Pemerintah melaporkan bahwa lebih dari 641 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 388 ruas jalan dan 59 lahan pertanian. Infrastruktur umum juga turut terdampak, memperlambat upaya evakuasi dan distribusi bantuan darurat.
Sementara itu, Badan Meteorologi Korea Utara memperkirakan curah hujan antara 150 mm hingga 200 mm akan melanda wilayah utara negara tersebut dari Minggu hingga Selasa.
Di beberapa daerah terpencil, hujan diprediksi bisa mencapai 300 mm. Informasi ini dikutip dari media pemerintah Rodong Sinmun, yang mengingatkan akan potensi bencana serupa di wilayahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yonhap News