INDOZONE.ID - Banjir besar di China Barat Daya kembali memicu kepanikan. Sebanyak 25 sungai di kawasan ini dilaporkan meluap hingga melewati batas aman pada Kamis (10 Juli 2025).
Lebih dari 10.000 warga terpaksa mengungsi karena banjir di China yang disebabkan sisa-sisa Topan Danas yang bersatu dengan musim hujan Asia Timur.
Bencana banjir di Sichuan dan Chongqing ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Kena Ancaman Tarif dari Trump, China Tegaskan BRICS Bukan untuk Cari Musuh
Hujan deras yang terus menerus mengguyur wilayah tersebut membuat tanggul dan bendungan tak mampu lagi menahan derasnya air. Kondisi ini semakin diperparah oleh infrastruktur pengendali banjir yang sudah tua dan kurang memadai.
Hujan deras sebabkan banjir China kian meluas. Di ibu kota Beijing sendiri, curah hujan ekstrem juga terjadi. Kawasan Chaoyang sempat mencatat curah hujan hingga 68,2 mm hanya dalam waktu satu jam pada Kamis pagi, menurut laporan Beijing Daily.
Kementerian Sumber Daya Air China memperingatkan bahwa 10 sungai besar, termasuk Sungai Longyan yang mengalir di daerah padat penduduk seperti Chongqing, berisiko jebol sewaktu-waktu.
Baca juga: AS Siap Mulai Negosiasi dengan China Soal TikTok Minggu Ini
Jika tanggul-tanggul ini tidak mampu menahan air, bencana banjir yang lebih besar bisa saja terjadi dalam waktu dekat. Sementara itu, 15 sungai lainnya memang sudah melebihi batas aman, meskipun risiko jebolnya tanggul dianggap lebih kecil.
Hujan yang turun selama lebih dari 24 jam membuat air Sungai Chishui di Provinsi Guizhou mencapai rekor tertinggi sejak 1953. Hal serupa terjadi di Sungai Xiaocao, Provinsi Sichuan, yang mencatatkan permukaan air tertinggi dalam 29 tahun terakhir.
Ribuan warga mengungsi karena banjir di China, khususnya dari wilayah Sichuan dan Yunnan. Dilaporkan, lebih dari 10.000 orang dievakuasi pada Rabu lalu.
Tak hanya itu, Yunnan juga mencatat curah hujan ekstrem hingga 227,8 mm dalam sehari, tertinggi sejak tahun 1958.
Selain banjir, pemerintah setempat juga memperingatkan ancaman kesehatan yang muncul. Kombinasi antara hujan lebat, suhu tinggi, dan kelembapan ekstrem dapat meningkatkan risiko kontaminasi air dan makanan.
Berita terbaru banjir China ini kembali menegaskan ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Sebelumnya, wilayah timur China sempat dilanda gelombang panas lebih awal dari biasanya, yang mengancam produksi pertanian dan kegiatan industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: South China Morning Post