INDOZONE.ID - Upaya penyelamatan terus dilakukan setelah insiden kapal tenggelam di Laut Merah yang menggemparkan dunia pelayaran. Kapal kargo berbendera Liberia, Eternity C, yang dioperasikan perusahaan Yunani, tenggelam setelah diserang kelompok Houthi.
Hingga Kamis (10/7/2025), tim penyelamat berhasil menemukan tiga awak kapal tambahan beserta seorang petugas keamanan dalam kondisi selamat. Mereka ditemukan setelah lebih dari dua hari terombang-ambing di laut.
Dengan penemuan ini, total korban selamat dari insiden kapal tenggelam di Laut Merah tersebut menjadi 10 orang. Mereka terdiri dari delapan awak asal Filipina, satu warga India, dan satu petugas keamanan asal Yunani. Meski begitu, 11 awak kapal lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga: Balas Serangan Yaman, Jet Tempur Israel Serang Markas Militer Houthi
“Kami semakin bersemangat untuk terus mencari para awak yang hilang. Ini juga menunjukkan bahwa strategi pencarian yang kami terapkan memang tepat,” kata Nikos Georgopoulos, perwakilan dari perusahaan keamanan maritim Yunani, Diaplous.
Insiden ini menambah daftar panjang kapal kargo diserang Houthi di Laut Merah. Kapal Eternity C menjadi kapal Yunani kedua yang tenggelam pekan ini akibat serangan dari kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran.
Sebelumnya, kapal Magic Seas juga mengalami nasib serupa setelah diserang Houthi. Kelompok ini mengklaim serangan tersebut sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap warga Palestina di Gaza.
Baca juga: Houthi Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran di Laut Merah
Serangkaian serangan ini mengakhiri masa tenang di jalur pelayaran penting tersebut yang sudah berlangsung beberapa bulan.
Amerika Serikat mengecam keras serangan ini. Washington menuduh Houthi telah menculik sejumlah awak kapal komersial di Laut Merah dan mendesak agar mereka segera dibebaskan tanpa syarat.
Menanggapi hal ini, juru bicara militer Houthi menyatakan dalam siaran televisi bahwa angkatan laut Yaman telah mengevakuasi beberapa awak kapal Eternity C yang diserang Houthi, memberikan perawatan medis, dan memindahkan mereka ke tempat aman.
Kapal Eternity C diserang Houthi pertama kali pada Senin (7/7/2025), dengan menggunakan drone laut serta granat roket yang ditembakkan dari kapal cepat.
Empat awak kapal diperkirakan tewas dalam serangan ini. Jika kabar tersebut dikonfirmasi, ini akan menjadi korban jiwa pertama di kawasan tersebut sejak Juni 2024.
Setelah serangan pertama, Eternity C kembali dihantam pada Selasa pagi (8/7/2025). Situasi makin memburuk hingga seluruh awak kapal terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Upaya pencarian kemudian dimulai pada Rabu pagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Washington Post