Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 JUNI 2025 • 11:00 WIB

Perang Siber, Hacker Pro-Israel Musnahkan Aset Kripto Iran Senilai Rp1,4 Triliun

Perang Siber, Hacker Pro-Israel Musnahkan Aset Kripto Iran Senilai Rp1,4 TriliunIlustrasi mata uang kripto. (photo/Pexels/Roger Brown/ilustrasi)

INDOZONE.ID - Kelompok peretas (hacker) pro-Israel dilaporkan telah melancarkan serangan siber terhadap Nobitex, bursa mata uang kripto terbesar di Iran. 

Dalam serangan tersebut, aset kripto senilai lebih dari US$90 juta (sekitar Rp1,4 triliun) disebut telah dimusnahkan, bukan dicuri untuk keuntungan.

Menurut firma analisis blockchain bernama Elliptic, serangan yang terjadi pada hari Rabu ini jelas bermotif politik. 

Dana yang dicuri dialirkan ke alamat dompet digital (wallet) yang berisi pesan anti-pemerintah Iran, yang secara spesifik merujuk pada Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Baca juga: Ada 7 Tersangka Kasus Dugaan Mafia Tanah Mbah Tupon, Tapi Baru Tiga yang Ditahan, Begini Penjelasan Kapolda DIY

Firma riset Chainalysis mengonfirmasi bahwa dana yang terdiri dari berbagai aset seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, dikirim ke 'burner wallet'. 

Ini adalah alamat dompet yang kemungkinan besar tidak bisa diakses lagi oleh peretas, yang mengindikasikan bahwa uang tersebut sengaja dihancurkan.

"Motifnya bukan untuk keuntungan finansial," kata Andrew Fierman, kepala intelijen keamanan nasional di Chainalysis.

Kelompok peretas bernama 'Gonjeshke Darande' atau 'Predatory Sparrow' dalam bahasa Inggris, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. 

Mereka juga mengaku berada di balik serangan siber terpisah terhadap bank milik negara Iran, Bank Sepah pada pekan yang sama.

Baca juga: Miris! Viral Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel Dianiaya Ibu Lantaran Jualan Tak Laku

Target Terkait Garda Revolusi Iran

Pemilihan Nobitex sebagai target tampaknya bukan tanpa alasan. Penelitian dari Elliptic mengungkap adanya hubungan antara bursa kripto tersebut dengan IRGC, sebuah cabang militer Iran yang oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Investigasi sebelumnya juga telah mengaitkan platform ini dengan para pelaku ransomware yang berafiliasi dengan IRGC.

Lebih jauh, data blockchain menunjukkan adanya aktivitas transaksi antara Nobitex dengan dompet digital yang terkait dengan kelompok Hamas, Jihad Islam Palestina, dan Houthi.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Para ahli menilai insiden ini menunjukkan bagaimana infrastruktur aset digital kini telah menjadi medan perang baru dalam konflik antarnegara.

Baca juga: Modus Jahat Pegawai Minimarket Lecehkan Bocah di Tangerang, Imingi dengan Top Up Game

"Serangan destruktif semacam ini menunjukkan bagaimana infrastruktur kripto telah menjadi front baru dalam konflik geopolitik modern," ujar Fierman. Ia menambahkan, skala dan pesan dari peretasan ini menegaskan bahwa platform regional sekalipun dapat menjadi target strategis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: CNBC Internasional

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perang Siber, Hacker Pro-Israel Musnahkan Aset Kripto Iran Senilai Rp1,4 Triliun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!