INDOZONE.ID - Pemerintah China mengecam keras keputusan Amerika Serikat yang mencabut izin Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa internasional.
Kebijakan kontroversial ini dianggap sebagai upaya politisisasi dunia pendidikan yang dapat merusak hubungan antarnegara dan menghambat kolaborasi akademik global.
Dalam pernyataan resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa negaranya "menentang keras politisisasi kerja sama pendidikan".
Baca Juga: Tersandung Skandal Korupsi Triliunan, Pengusaha China Zhao Weiguo Divonis Hukuman Mati
Menurutnya, China kecam AS politisisasi pendidikan Harvard karena pendidikan seharusnya menjadi jembatan antarbudaya, bukan arena konflik politik. Ia menambahkan bahwa keputusan semacam ini hanya akan merusak reputasi internasional Amerika Serikat sendiri.
Keputusan untuk mencabut hak Harvard menerima mahasiswa asing diumumkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada Kamis lalu.
Pemerintah AS menuduh Harvard menciptakan lingkungan kampus yang tidak aman, serta menyebut adanya keterlibatan pihak universitas dengan kegiatan yang disebut pro-teroris dan anti-Amerika.
Baca Juga: Menembus Awan! China Bersiap Resmikan Jembatan Tertinggi Dunia Bulan Juni
Tuduhan juga diarahkan pada kerja sama antara Harvard dengan Partai Komunis China (PKC), termasuk dugaan pelatihan kelompok paramiliter yang dianggap terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur.
Langkah tersebut berdampak langsung pada ribuan mahasiswa asing yang saat ini sedang menempuh studi di Harvard.
Berdasarkan data universitas, mahasiswa internasional mencakup sekitar 27 persen dari total populasi mahasiswa, dan pada tahun 2024, warga negara China menyumbang sekitar 20 persen dari jumlah tersebut.
Tidak mengherankan jika respons China soal larangan Harvard terima mahasiswa internasional disampaikan dengan nada yang tegas dan penuh kekhawatiran.
Banyak kalangan di China melihat keputusan ini sebagai bentuk tekanan politik yang tidak adil.
Kecaman Beijing atas kebijakan AS di Harvard soal mahasiswa asing datang tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari akademisi dan masyarakat umum yang khawatir dengan nasib pelajar mereka di luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Usatoday.com