INDOZONE.ID - Pemerintah Indonesia membantah laporan yang menyatakan bahwa pihaknya akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel untuk mendapatkan keanggotaan di Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan pada 11 April bahwa Indonesia telah setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, sebuah langkah yang dikatakan diperlukan untuk mendukung permohonan Indonesia bergabung dengan OECD.
Menurut Yedioth Ahronoth, kesepakatan tersebut tercapai setelah tiga bulan perundingan rahasia antara Israel, Indonesia, dan 38 negara anggota OECD.
Surat kabar tersebut juga mengutip surat dari Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann, kepada Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, yang menyatakan bahwa setiap keputusan masa depan untuk menerima Indonesia sebagai anggota akan memerlukan persetujuan bulat dari semua anggota, termasuk Israel.
Namun, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa sikap Indonesia terhadap Palestina tidak berubah dan negara tersebut tetap mendukung solusi dua negara yang tengah berkonflik.
“Sampai saat ini, belum ada rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, khususnya di tengah situasi yang terjadi di Gaza,” ujar Lalu pada 11 April.
Ilustrasi bendera Indonesia. (Photo/Ilustrasi/Flickr)
Pada tanggal 20 Februari 2024, OECD mengumumkan akan memulai pembicaraan aksesi dengan Indonesia, namun menekankan bahwa kesepakatan bulat dari semua anggota diperlukan untuk menerima anggota baru.
Ibu Julia Lau, rekan senior di ISEAS – Yusof Ishak Institute, mengomentari bahwa situasi di Gaza saat ini tidak memungkinkan Indonesia untuk mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Israel.
Baca Juga: Brak! KRL Anjok di Kampung Bandan Pagi Tadi, Beruntung Tak Ada Korban
Indonesia telah mengecam keras tindakan militer Israel di Gaza dan mendukung litigasi yang diajukan oleh Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional di Den Haag.
Angkatan Udara Indonesia, bekerja sama dengan Yordania, telah mengirimkan bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari dukungan mereka terhadap Palestina.
Laporan dari media lain seperti The Times of Israel juga mengkonfirmasi adanya diskusi tentang normalisasi hubungan, namun tidak ada komentar resmi dari OECD mengenai laporan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Straits Times