INDOZONE.ID - Kisah tragis cinta yang berakhir dengan kematian kembali terjadi di Desa Puteran, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Seorang perempuan muda bernama WW (19) tewas dibunuh oleh kekasihnya sendiri, HP (20), setelah dugaan kehamilan yang menimbulkan konflik dalam hubungan mereka.
Pelaku, Herdis Permana (20), mengakui bahwa dirinya telah menjalin hubungan dengan korban selama 4 tahun dan merasa kesal lantaran korban telat menstruasi selama 2 bulan. Namun, apa yang terjadi selanjutnya benar-benar mengejutkan semua orang.
Baca Juga: Pengacara Bongkar Ada Sosok Mengaku Firli Bahuri saat Komunikasi dengan SYL
Malam sebelum pembunuhan, HP mempersiapkan pentungan kayu yang kemudian digunakan untuk menyerang WW di lokasi kejadian. Pasangan ini berangkat dengan motor milik korban dan terlibat cekcok di tempat kejadian, yang berakhir dengan pemukulan brutal oleh HP terhadap WW.
Meski WW sudah lemah, HP masih melanjutkan aksinya dengan mengeluarkan senjata tajam jenis karambit dan menikam korban hingga tewas.
Jasad WW ditemukan dengan luka-luka serius pada tubuhnya, termasuk luka robek di bagian pundak, leher, serta lebam di punggung, menunjukkan bahwa ini adalah pembunuhan yang direncanakan.
HP, pelaku pembunuhan, akhirnya ditangkap oleh kepolisian setelah melakukan perlawanan yang mengakibatkan luka tembak di bagian betisnya. Barang bukti berupa satu balok kayu yang berlumuran darah ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Baca Juga: Menteri Pertahanan Israel: Semua Warga Pendukung Palestina dan Hamas Harus Mati
Terkait dugaan korban yang tengah hamil, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik. Tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua orang untuk tidak membiarkan emosi menguasai diri dan menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak benar.
Cinta seharusnya membawa kedamaian, bukan kematian. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators