Rabu, 28 AGUSTUS 2024 • 13:35 WIB

Kenapa PNS Masih Jadi Primadona Generasi Muda Indonesia di Tengah Banyaknya Pilihan Karier?

Author

Ilustrasi ujian CPNS. (ANTARA NEWS)

INDOZONE.ID - Pemerintah Indonesia kembali membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, lowongan CPNS ini momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) semakin ketat. Hal ini dipengaruhi sejumlah faktor seperti jumlah pelamar yang meningkat drastis, keterbatasan formasi yang dibuka dan lain-lain.

Meski begitu, PNS masih jadi primadona anak muda Indonesia di tengah banyaknya pilihan karier lain yang tersedia khususnya di era digital saat ini.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2024 Dibuka, Ini 5 Instansi Sepi Peminat Tahun Lalu yang Bisa Jadi Peluang untuk Anda!!

Untuk itu kita akan menelusuri beberapa alasan yang membuat PNS tetap menjadi pilihan favorit generasi muda Indonesia.

Kenapa PNS Masih Jadi Primadona Generasi Muda?

Meski banyak peluang karir menarik di sektor swasta dan industri kreatif, pekerjaan sebagai PNS tetap memikat generasi muda.

Berikut ini beberapa alasannya:

1. Keuangan dan Karier Stabil

Salah satu daya tarik utama menjadi PNS adalah jaminan keamanan finansial dan kestabilan karier. Pasalnya, PNS mendapat gaji tetap setiap bulan, tunjangan, serta berbagai fasilitas.   

Hal itu sangat disukai orang-orang dengan mindset zona nyaman. PNS dinilai sebagai pekerjaan yang stabil meski situasi ekonomi tidak menentu.

2. Ingin Mengabdi Kepada Negara

Menjadi PNS dinilai sebagai bentuk pengabdian kepada negara. PNS merupakan jalan bagi generasi muda yang ingin terlibat dalam berbagai proyek pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

3. Kepastian Jenjang Karier

Selain keuangan dan karier yang stabil, PNS juga menawarkan kenaikan pangkat atau jabatan. Dalam PNS, ada sistem kepangkatan yang jelas dan terstruktur, sehingga PNS tahu kapan mereka bisa naik pangkat dan bagaimana mencapai posisi tersebut.

4. Jam Kerja Lebih Teratur

Jam kerja PNS umumnya lebih teratur, tidak seperti sektor swasta yang fleksibel. PNS pilihan yang tepat bagi orang-orang yang mengedepankan work-life balance.

Menjadi PNS juga menawarkan keuntungan berupa waktu kerja yang lebih pasti dan minimnya tuntutan kerja lembur.

5. Pride atau Status Sosial

Profesi sebagai PNS sering kali dikaitkan dengan prestise dan status sosial yang tinggi di masyarakat. Dalam banyak budaya lokal di Indonesia, PNS dianggap sebagai pekerjaan terhormat yang memberikan kebanggaan bagi keluarga.

Tak jarang juga PNS lebih dilirik oleh orang tua pacar karena dianggap memiliki kehidupan yang mapan atau stabil.

6. Jaminan Hari Tua

Menjadi PNS di Indonesia memberikan berbagai manfaat yang membuat profesi ini sangat diminati, salah satunya adalah jaminan hari tua.

Dengan sistem pensiun yang diatur oleh negara, PNS menerima pembayaran bulanan setelah pensiun, yang dihitung berdasarkan masa kerja dan gaji terakhir yang diterima.

Ilustrasi ASN/PNS. (Dok. Setkab)

Fenomena PNS di Indonesia

Saking prestise-nya profesi PNS, ada sejumlah fenomena di mana beberapa individu mengalami kekecewaan yang mendalam ketika gagal dalam seleksi CPNS. Bahkan tak sedikit yang depresi hingga bunuh diri.

Terbaru, kisah dari seorang pemuda bernama Daffa yang sempat mau bunuh diri karena gagal seleksi CPNS. Pemuda itu merasa tertekan oleh pandangan sosial tentang status pekerjaan di Indonesia, di mana posisi PNS sering dianggap sebagai simbol kesuksesan dan stabilitas.

Kegagalannya ini bukan hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga mempengaruhi hubungan sosialnya.

Ayah Daffa yang merupakan PNS merasa sangat kecewa dengan kegagalan putranya, memandangnya sebagai penurunan martabat keluarga.

Perasaan ini semakin diperparah oleh keberhasilan adik perempuan Daffa, Nia, yang baru saja diterima bekerja di sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Masalah bertambah ketika tunangan Daffa, yang juga seorang PNS, mendapat tekanan dari ibunya untuk membatalkan pertunangan mereka.

Keluarga tunangannya menganggap kegagalan Daffa sebagai sesuatu yang merusak status sosial mereka dan tidak bisa diterima.

Beda dengan Indonesia, Warga Negara Maju Ogah Jadi PNS

Di Indonesia, profesi PNS masih dianggap sebagai pilihan karier yang prestisius dan stabil, sehingga menjadi incaran banyak generasi muda.

Namun berbanding terbalik dengan negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang. Warga di sana justru tidak tertarik dengan pekerjaan sebagai pegawai negeri.

Perbedaan ini mencerminkan berbagai faktor budaya, ekonomi, dan politik yang memengaruhi  persepsi masyarakat terhadap profesi PNS di masing-masing negara.

Berdasarkan laporan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan, ada 4.465.768 pegawai aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia per 31 Desember 2023. Rinciannya, 3.732.428 (84%) merupakan PNS dan 733.340 (16%) PPPK.

Sementara di Korea Selatan, data pemerintah kota Seoul per April 2023 menyebutkan, sebagian setengah pegawainya memutuskan resign atau berhenti bekerja, padahal sudah bekerja 5 tahun.

Dilansir dari Korea Herald, Kementerian Manajemen Personalia mengumumkan bahwa persaingan untuk mendapatkan pekerjaan pegawai negeri sipil tingkat pemula adalah terendah dalam lebih dari 30 tahun.

Integritas dalam Formasi PNS/ASN

Pemenuhan formasi PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau ASN (Aparatur Sipil Negara) memang sangat penting untuk mempertimbangkan aspek integritas.

Integritas adalah salah satu kualitas utama yang harus dimiliki oleh pegawai negeri karena mereka akan mengemban tanggung jawab yang besar dalam pelayanan publik dan pengelolaan negara.

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran, Asep Sumaryana, pemenuhan formasi PNS atau ASN harus mempertimbangkan aspek integritas, terutama untuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Pemenuhan kebutuhan lapangan senantiasa dikaitkan dengan besaran secara kuantitatif. Agaknya tidak cukup hanya dihitung jumlah, namun juga kualitas personalnya. Pendidikan bisa bagus sesuai kriteria, namun faktor integritas dalam pelaksanaan tugas menjadi penting agar pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara optimal," kata Asep.

Asep menekankan bahwa jika perekrutan ASN hanya berfokus pada kuantitas tanpa memperhatikan integritas, maka akan ada risiko ASN yang tidak memiliki kualitas yang memadai.

Ia juga menyatakan bahwa faktor non-teknis seperti integritas menjadi sangat penting dalam proses perekrutan.

"Katakanlah kebutuhan tenaga kesehatan yang secara teknis baik, tetapi ketika dihadapkan dengan medan pelayanan yang buruk, bisa jadi akan mencoba menghindar," ujarnya.

Sementara itu, dalam konteks pemenuhan ASN seperti dosen di lingkungan Kemendikbudristek, ia mengatakan bahwa aspek integritas juga menjadi penting.

Baca Juga: Resmi! Kementerian Keuangan Buka 1.230 Formasi CPNS 2024

"Demikian halnya dengan dosen yang kualifikasi pendidikannya baik, namun bisa berbeda di lapangan tatkala kemampuan metode dan pemahaman objeknya tidak baik. Akibatnya, pengetahuan yang ditransfer menjadi lamban," ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, Analisis Redaksi

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU