PNS Korea Selatan lakukan aksi demo tuntut kenaikan gaji yang layak (Naver)
INDOZONE.ID - Pada Selasa (6/8/24) sore hari, sekitar 150 PNS muda Korea Selatan berkumpul di depan Kantor Kepresidenan di Yongsan, Seoul.
Suhu disana mencapai sekitar 31,9°C, karena ada peringatan gelombang panas pada hari itu.
Para pegawai negeri mengenakan pakaian hitam dengan membawa tulisan kritik pada pemerintah yang dianggap belum memberi upah layak.
Para PNS yang melakukan aksi demo itu membawa spanduk berisi kritik untuk pemerintah Korea Selatan. Mereka menuntut kenaikan upah yang layak sesuai beban kerja.
PNS disana hanya digaji sekitar 2,5 juta won (Rp. 29 juta) per bulan, dimana angka itu lebih tinggi sedikit dari UMR.
Ada tulisan seperti “Rekening kosong nyaring bunyinya” sampai “10 tahun kerja hanya dibayar 2,5 juta won (lebih tinggi sedikit dari UMR)”
Ada pula yang menulis “Bayaran kecil untuk beban kerja besar” hingga “Mana uang pensiun kami?”
Kim Young Woon, Ketua Komite Serikat Pekerja Korea, mengatakan, “Tiap kali kami minta kenaikan gaji, mereka selalu bilang panci kami sudah penuh (sudah digaji layak).”
“Padahal, panci kami masih kosong dan nyaring bunyinya. Para PNS harus mencari pekerjaan tambahan karena panci kami masih kosong,” lanjutnya.
Baca Juga: 4 Fakta Pengiriman Balon Sampah oleh Korea Utara Ke Korsel
Aksi demo PNS Korea Selatan injak panci, tuntut kenaikan gaji yang layak (Naver)
Demo sambil menginjak panci ini menggambarkan bahwa menjadi PNS bukan lagi pekerjaan yang bisa memenuhi kebutuhan pokok dan terjamin hidupnya di Korea Selatan.
Para PNS yang turun ke jalan berkata bahwa banyak pegawai negeri muda yang mengundurkan diri karena gaji mereka terlalu kecil.
Menurut Serikat Pegawai Negeri, ada 103.500 pegawai dengan masa kerja kurang dari lima tahun mengundurkan diri pada 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Naver, X @tang_kira