INDOZONE.ID - Dalam beberapa Waktu belakangan, Greenland memang menjadi topik pembahasan yang menarik. Terlebih setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara mendadak mengutarakan klaim atas Greenland.
Klaim tersebut pun membuat situasi di Eropa memanas, bahkan Uni Eropa kabarnya tengah bersiap melakukan konfrontasi dengan AS apabila Trump benar-benar menyerang serta merebut Greenland yang secara otonomi masih berada di wilayah Denmark.
Lantas belakangan muncul pertanyaan soal seperti apa sebenarnya Greenland? Berapa penduduk yang menghuni Greenland? Maka dari itu, INDOZONE coba menjelaskan apapun terkait Greenland sebagai salah satu wilayah di bawah otonomi negara Denmark.
Baca juga: Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026: Siap Pimpin dengan Pendekatan Inklusif
1. Identitas Geografis: Pulau, Bukan Benua
Greenland adalah pulau terbesar di dunia yang bukan merupakan benua tersendiri. Terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik Utara, secara geografis Greenland merupakan bagian dari Amerika Utara.
Namun, secara budaya dan politik, ia sangat erat dengan Eropa. Sekitar 80% wilayahnya tertutup oleh lapisan es abadi (ice sheet) yang memiliki ketebalan rata-rata 1,5 hingga 3 kilometer.
2. Status Politik: Wilayah Otonom di Bawah Denmark
Banyak yang salah paham mengenai kedaulatan Greenland, berikut faktanya:
- Kedaulatan: Greenland adalah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.
- Pemerintahan Sendiri: Sejak tahun 2009, Greenland memiliki pemerintahan sendiri (Self-Rule) yang mengatur urusan domestik seperti kesehatan, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya alam.
- Hubungan Luar Negeri: Urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri tertentu masih ditangani oleh Kopenhagen (Denmark).
- Ibu Kota: Nuuk, yang menjadi pusat administrasi dan kota terbesar di pulau tersebut.
3. Penduduk dan Budaya
Penduduk Greenland, yang berjumlah sekitar 56.000 jiwa, mayoritas adalah keturunan Inuit. Budaya mereka sangat bergantung pada alam, dengan tradisi berburu dan memancing yang masih kuat.
Bahasa resmi Greenland sendiri adalah Kalaallisut (Bahasa asli), meski bahasa Denmark juga digunakan secara luas di sejumlah wilayah.
Baca juga: Truk Sampah Hajar Pembatas Jalan di MT Haryono Jakarta, Untung Tak Ada Korban
4. Mengapa Greenland Menjadi Rebutan Global?
Ada dua alasan utama mengapa negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia menaruh minat besar pada Greenland:
- Sumber Daya Alam: Di bawah lapisan esnya, Greenland diyakini menyimpan cadangan minyak, gas, dan mineral langka (rare earth elements) yang sangat besar. Mineral ini sangat dibutuhkan untuk teknologi baterai mobil listrik dan gadget modern.
- Jalur Pelayaran Baru: Mencairnya es kutub membuka jalur pelayaran baru di utara (Jalur Barat Laut) yang dapat memangkas waktu pengiriman barang antara Asia, Eropa, dan Amerika secara signifikan.
5. Ancaman Perubahan Iklim
Greenland adalah "pasien nol" dalam krisis iklim. Jika seluruh lapisan es di Greenland mencair, para ilmuwan memprediksi bahwa permukaan air laut global akan naik sekitar 7 meter. Hal ini akan menenggelamkan kota-kota pesisir di seluruh dunia, termasuk Jakarta, New York, dan London.
Laju pencairan es di Greenland saat ini tercatat tujuh kali lebih cepat dibandingkan pada dekade 1990-an, sebuah fakta yang membuat para ahli iklim terus memberikan peringatan merah kepada dunia.
Greenland bukan sekadar "Tanah Hijau" yang namanya diberikan sebagai trik pemasaran oleh Erik si Merah seribu tahun lalu.
Ia adalah benteng terakhir es dunia dan masa depan geopolitik yang sangat strategis. Memahami Greenland berarti memahami tantangan masa depan bumi kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: