Senin, 22 DESEMBER 2025 • 12:21 WIB

Februari Jadi Bulan yang Paling Banyak Orang Kena PHK Tahun Ini, Provinsi Jabar dan DKI Jakarta Mendominasi

Author

Ilustrasi orang yang kena PHK. (AI Generated)

INDOZONE.ID - Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia hingga saat ini masih tergolong tinggi dan tidak menutup kemungkinan bertambah.

Data terbaru dari situs Satudata Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tercatat jumlah PHK periode Januari-November 2025 sebanyak 79.302 orang.

Baca juga: Menkeu Purbaya: Tarif Cukai Rokok Tak Naik pada 2026, Hindari PHK Massal dan Fokus Berantas Rokok Ilegal

"Pada periode Januari-November 2025 terdapat 79.302 orang tenaga kerja ter-PHK yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan),” seperti dikutip dari Satudata Kemenaker, Senin (22/12/2025).

Angka ini akumulasi dari seluruh data di daerah dimana jumlah PHK tertinggi ditempati provinsi Jawa Barat mencapai 17.234 orang atau  21,73% dari total keseluruhan.

Puncak angka PHK di Jawa Barat terjadi pada bulan Februari (3.973 orang) dan September (1.811 orang).

Sementara untuk yang paling terendah angka PHK adalah Provinsi Maluku dengan 49 orang atau secara persentase hanya 0,06%.

5 provinsi dengan jumlah PHK terbanyak periode Januari-November 2025

  1. Jawa Barat: 17.234 orang
  2. Jawa Tengah: 14.005 orang
  3. Banten: 9.216 orang
  4. DKI Jakarta: 5.710
  5. Jawa Timur: 4.886 

Baca juga: Fakta Sebenarnya di Balik Isu PHK Gudang Garam, Gubernur Jatim: Itu Program Pensiun Dini

5 provinsi dengan jumlah PHK terendah periode Januari-November 2025

  1. Maluku: 49 orang
  2. Maluku Utara 67 Orang
  3. Kalimantan Utara 68 Orang
  4. Gorontalo 69 Orang
  5. Papua 81 Orang

Secara akumulatif, wilayah Pulau Jawa mendominasi angka PHK nasional dengan kontribusi lebih dari 60% dari total kasus di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemnaker

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU