Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 12 JANUARI 2026 • 12:00 WIB

Kementerian Haji dan Umrah Gembleng PPIH 2026 di Pondok Gede, Dilatih Semi Militer hingga Bahasa Arab

Kementerian Haji dan Umrah Gembleng PPIH 2026 di Pondok Gede, Dilatih Semi Militer hingga Bahasa ArabKemenhaj Gembleng Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. (Ferdian Figo/Z Creators)

INDOZONE.ID - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menggembleng Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Pelatihan ini digelar selama 20 hari, terhitung sejak 10 hingga 30 Januari 2026.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf mengatakan, para peserta tidak sekadar diberi teori, tetapi juga ditempa secara fisik dan mental agar siap menghadapi tantangan saat bertugas di Tanah Suci.

“Selama 20 hari mereka dilatih dan dibina, mulai dari kedisiplinan, penempaan fisik, sampai pengetahuan seputar haji. Yang paling penting, setelah dari sini mereka sudah tahu bertugas di mana, posisinya apa, kepala posnya siapa, dan tim kerjanya siapa,” ujar Irfan.

Baca juga: Tim 13 Asosiasi PIHU Ajukan Tiga Rekomendasi Cegah Gagalnya Penyelenggaraan Haji Khusus 2026

Menariknya, salah satu materi yang menjadi sorotan dalam diklat PPIH 2026 adalah pembekalan bahasa Arab dasar. Materi ini disiapkan agar petugas bisa langsung berkomunikasi, bahkan menyampaikan komplain, kepada penyedia layanan di Arab Saudi jika terjadi kendala.

“Bahasa Arab juga jadi perhatian. Salah satu kendala sebelumnya itu soal komunikasi. Karena itu, selama 22 hari ini kami berikan pelatihan bahasa Arab, lalu dilanjutkan secara online,” jelas Irfan.

Tak hanya soal bahasa, Kemenhaj juga membekali petugas dengan konsep haji ramah perempuan dan lansia. Pasalnya, mayoritas jemaah haji Indonesia pada 2026 diperkirakan berasal dari kalangan perempuan dan lanjut usia.

“Untuk haji ramah perempuan ada tutor khusus. Begitu juga untuk ramah lansia, ada pembimbingnya sendiri,” katanya.

Baca juga: Bos Danantara Lapor ke Presiden Prabowo, Mengapa Kampung Haji Penting untuk Indonesia?

Irfan pun membenarkan bahwa diklat PPIH 2026 mengusung pola semi-militer. Konsep ini diterapkan untuk membentuk petugas yang disiplin, sigap, dan profesional saat melayani jemaah di Arab Saudi.

“Iya, memang semi-militer. Kita ingin petugas punya kedisiplinan dan kesiapan fisik yang baik, karena itu penting untuk menjaga dan melindungi jemaah haji Indonesia,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kementerian Haji dan Umrah Gembleng PPIH 2026 di Pondok Gede, Dilatih Semi Militer hingga Bahasa Arab

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!