Jumat, 24 JULI 2026 • 21:00 WIB

Polisi Kena Prank Pria Ngaku Korban Begal di Jakbar, Ternyata Cuma Rekayasa

Author

Pria prank polisi dengan mengaku jadi korban begal di Jakarta Barat. (Dok. Humas Polres Metro Jakarta Barat)

INDOZONE.ID - Seorang pria berinisial AC nekat membuat laporan polisi fiktif. Ia mengaku menjadi korban begal sehingga terluka di Jakarta Barat

Menurut pengakuan AC, ia kehilangan laptop senilai puluhan juta. Berdasarkan penyelidikan polisi, peristiwa ini fiktif alias tidak pernah terjadi.

Kasus ini bermula saat pria itu membuat laporan polisi pada 22 Juli 2026. Ia menyatakan telah menjadi korban pembegalan di Jalan Kampung Malang, Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

"Kami dari Unit Resmob Polres Metro Jakarta Barat menangani laporan dugaan pencurian dengan kekerasan," kata Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP George Ruben, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

Baca juga: Bikin Geleng-Geleng! Damkar di Bekasi Kena Prank Evakuasi Ular Malah Disuruh Tagih Utang

Dalam keterangan kepada polisi, ia mengaku ditusuk oleh begal di lengan kiri karena melakukan perlawanan. Dia juga mengaku laptopnya seharga puluhan juta raib.

"Setelah kami lakukan penyelidikan secara mendalam ternyata kejadian tersebut tidak benar. Korban melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa dirinya dibegal. Namun setelah kami dalami, peristiwa itu ternyata hanya cerita yang direkayasa," ujarnya.

Usut punya usut, terbongkarlah kebohongan pria tersebut. Dia mengaku sengaja membuat laporan polisi palsu supaya dapat mengajukan klaim ke perusahaan pembiayaan karena laptopnya masih dalam tahap cicilan.

"Laptop tersebut bernilai sekitar Rp27,3 juta dan baru dibayar sekitar lima kali angsuran. Dengan dasar laporan polisi bahwa dirinya menjadi korban begal, pelapor bermaksud mengajukan klaim kepada pihak pembiayaan agar cicilan laptop tersebut dapat dihentikan," tuturnya.

Penyidik kemudian memverifikasi keberadaan laptop yang dilaporkan hilang. Hasilnya, laptop tersebut ternyata tidak pernah dirampas, tapi sedang berada di pusat servis kawasan Mangga Dua untuk perbaikan. 

Fakta tersebut diperkuat dengan dokumen penerimaan servis dan bukti pembelian yang diverifikasi oleh penyidik. Terkait luka tusuk, ia mengaku membuatnya sendiri menggunakan gunting.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya, pelapor mendatangi Polres Metro Jakarta Barat untuk membuat video klarifikasi sekaligus mencabut laporan polisi sebelumnya. Dia menyampaikan permintaan maafnya ke pihak kepolisian.

"Saya memohon maaf kepada tim Kepolisian Republik Indonesia, Polsek Cengkareng, dan Polres Jakarta Barat atas laporan palsu yang saya buat terkait barang saya yang saya laporkan dijambret atau dibegal. Motif saya melakukan hal tersebut karena ingin mengklaim asuransi dan menghentikan cicilan laptop akibat kesulitan ekonomi. Saya bersedia mencabut laporan tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ucap AC.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU