Ilustrasi KKB Papua (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Aparat gabungan TNI-Polri menembak mati anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari kelompok Kodap III D Dulla pimpinan Aibon Kogoya bernama Hurbianus Mirip. Anggota KKB ini tercatat pernah terlibat dalam pembunuhan dua anggota Brimob.
Penindakan tersebut dilakukan oleh Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Damai Cartenz pada Senin 16 Maret 2026, di wilayah Bukit Signal sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, Papua.
Dalam operasi itu, Hurbianus Mirip dinyatakan meninggal dunia. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, membenarkan hal tersebut.
"Hurbianus Mirip merupakan anggota KKB Kodap III D Dulla yang telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2025 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire dan Paniai," kata Kombes Yusuf dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan catatan kepolisian, Hurbianus Mirip pernah terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap dua personel Brimob pada 13 Agustus 2025. Tak hanya pembunuhan, dia juga terlibat dalam aksi perampasan dua pucuk senjata api jenis AK-101.
Selain itu, dia bersama kelompoknya juga diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat dan aparat di wilayah Kali Semen pada 17 Oktober 2025.
Baca juga: Ferlin Anggota KKB yang Kabur dari Lapas Berhasil Ditangkap, Ini Sederet Aksi Terornya
Kelompok ini juga tercatat melakukan aksi pemalangan di ruas Jalan Trans Nabire - Paniai KM 58 pada 20 Oktober 2025, serta terlibat dalam kontak tembak dengan aparat keamanan di kawasan Bukit Doa pada 27 November 2025.
Selanjutnya, kelompok itu juga melakukan penyerangan terhadap pos pengamanan TNI di area PT Kristalin pada 21 Februari 2026, yang menyebabkan satu personel TNI dan satu warga sipil meninggal dunia serta perampasan tiga pucuk senjata api.
Kembali terhadap polisi, kelompok Hurbianus Mirip juga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap seorang anggota kepolisian, yakni Bripda Kanza A. Mampioper yang terjadi di Pasar Enarotali (PLN Lama), Kabupaten Paniai.
Dalam kejadian tersebut korban mengalami luka pada dada kanan, luka sobek di bagian belakang kepala, serta luka pada telapak tangan kanan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan pihaknya akan terus menjaga stabilitas keamanan di Papua dari berbagai ancaman kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata.
"Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri akan terus menjaga keamanan masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif dari berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata," pungkas Brigjen Faizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan