Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 15:50 WIB

Waspada Penipuan Modus Love Bombing: Korbannya Kebanyakan Perempuan

Waspada Penipuan Modus Love Bombing: Korbannya Kebanyakan PerempuanIlustrasi love bombing (Freepik)

INDOZONE.ID - Cinta yang datangnya terlalu deras tidak berarti bisa sepenuhnya diartikan cinta yang serius. Bisa jadi kamu kena manipulasi atau yang biasa disebut dengan love bombing.

Dalam definisi singkatnya, love bombing adalah cinta yang terlihat terlalu sempurna dan intens, tapi di baliknya ada korban yang ditipu hatinya, bahkan mental, finansial, dan masa depan. 

Menurut Detektif Jubun, detektif swasta Indonesia yang kerap menangani kasus penipuan asmara, intensitas berlebihan di awal hubungan justru patut dicurigai. 

“Love bombing bisa tampak seperti cinta yang intens, tetapi dalam banyak kasus justru merupakan teknik manipulasi,” ungkap Jubun saat diwancara Indozone.

Baca juga: Viral Sindikat Begal Berkedok Asmara di Bekasi, 5 Pelaku Berhasil Ditangkap!

Cinta yang Meledak Terlalu Cepat

Love bombing bukan soal seberapa besar rasa suka, melainkan seberapa cepat hubungan dipaksa terasa dekat. Pelaku biasanya membanjiri korban dengan perhatian, pujian, dan janji masa depan sejak fase awal perkenalan.

“Polanya hampir selalu sama: perhatian berlebihan di awal untuk mempercepat kelekatan emosional, lalu diikuti kontrol, permintaan, atau agenda tersembunyi,” jelas Jubun.

“Cinta sehat tumbuh perlahan. Love bombing itu meledak seperti kembang api—terang sebentar, lalu habis.”

Waspada Penipuan Modus Love Bombing: Korbannya Kebanyakan PerempuanSosok Detektif swasta Indonesia yang dikenal dengan Detektif Jubun. (Handout)

Bermula dari Hubungan Daring

Berdasarkan kasus yang ditangani, Jubun menyebut mayoritas love bombing berawal dari hubungan online—media sosial, aplikasi kencan, hingga platform pesan instan.

Baca juga: Viral Pria Tewas Usai Ditikam Bagian Leher di Jakut, Asmara Diduga Jadi Pemicu

“Pelaku sangat agresif. Baru kenal beberapa hari sudah memberi pujian ekstrem, bicara soal masa depan, bahkan menyebut ‘jodoh’,” katanya.

Targetnya pun cukup spesifik. Mayoritas klien yang melapor adalah perempuan usia 30–55 tahun, meski tidak menutup kemungkinan laki-laki juga menjadi korban.

Banyak korban yang menganggap ini aib dan akhirnya lebih memilih minta bantuan ke detektif swasta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Waspada Penipuan Modus Love Bombing: Korbannya Kebanyakan Perempuan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!