Konferensi pers Polda Banten kasus pembunuhan anak politikus PKS. (Dok. Polda Banten)
INDOZONE.ID - Kasus pembunuhan anak di Cilegon terungkap dipicu tekanan ekonomi. Pelaku terlilit utang setelah merugi besar dari perdagangan kripto, lalu nekat mencuri.
Aksi itu berujung fatal ketika ia kepergok korban di dalam rumah dan panik melakukan kekerasan.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten mengungkap motif ekonomi sebagai kunci kasus pembunuhan anak di bawah umur di Cilegon.
Direktur Reskrimum Polda Banten Kombes Dian Setyawan menegaskan, faktor finansial menjadi benang merah sepanjang penyidikan.
“Pelaku melakukan perbuatannya dengan tujuan mendapatkan uang untuk melunasi utang, karena mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto,” ujarnya.
Berikut fakta penting kasus pembunuhan anak politisi PKS akibat utang kripto.
Baca juga: Terungkap! Ini Motif Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon: Merugi di Kripto
Penyidik menemukan pelaku mengalami kerugian signifikan dari perdagangan aset digital. Kondisi finansialnya memburuk hingga terlilit utang.
Tekanan itu mendorong pelaku mencari uang secara instan. Pilihan yang diambil adalah pencurian, bukan pekerjaan atau jalur legal lainnya.
Tersangka berinisial HA (31) awalnya hanya berniat mencuri. Targetnya adalah rumah yang ia yakini kosong.
“Pelaku memastikan rumah dalam kondisi sepi sebelum masuk ke dalam rumah,” kata Dian Setyawan.
Setelah tak ada respons saat bel ditekan, pelaku memanjat pagar dan mencongkel jendela menggunakan kunci yang telah dimodifikasi.
Konferensi pers Polda Banten kasus pembunuhan anak politikus PKS. (Dok. Polda Banten)
Rencana pencurian berubah drastis ketika pelaku bertemu korban di dalam rumah. Korban adalah anak laki-laki bernama Muhamad Axle Harman Miller.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Narasumber, Liputan