INDOZONE.ID - Kasus pencurian rumah kosong masih marak sepanjang 2025, meski trennya menurun. Data Polri menempatkan Sumatera Utara sebagai wilayah dengan laporan tertinggi.
Hunian yang tampak biasa tapi ditinggal penghuninya sering jadi target empuk. Apalagi saat libur panjang, ketika lingkungan perumahan cenderung lebih sepi.
Situasi rumah kosong memberi ruang bagi pelaku untuk bergerak lebih leluasa. Tanpa pengawasan, risiko pencurian meningkat, meski sering luput dari perhatian publik.
Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal (Pusiknas) Bareskrim Polri, pencurian rumah kosong jarang dilakukan secara spontan.
Pelaku biasanya melakukan pengamatan lebih dulu.
Mereka memastikan rumah benar-benar sepi dan minim risiko ketahuan sebelum beraksi.
Pola ini membuat kejahatan terlihat “rapi”, tapi justru lebih berbahaya karena dilakukan dengan perhitungan matang.
Baca juga: Sepanjang 2025, Polda Metro Ciduk 122 Tersangka Kejahatan Siber dengan Nilai Kerugian Triliunan
Dari rangkuman berbagai kasus, ada pola yang kerap berulang. Berikut ciri umum pelaku pencurian rumah kosong menurut Pusiknas Bareskrim Polri:
1. Mengamati lingkungan sekitar untuk melihat aktivitas warga dan keberadaan petugas keamanan.
2. Memilih rumah dengan ciri lampu menyala, gorden tertutup, dan tidak ada kendaraan di halaman.
3. Menguji respons dengan mengetuk pintu atau membunyikan bel.
4. Menyamar, misalnya pura-pura salah alamat atau mengaku mengantar paket.
5. Masuk paksa lewat pintu atau jendela jika tak ada respons dari dalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pusiknas Bareskrim Polri