INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan bakal melanjutkan rencana revitalisasi organisasi Kemenko Polkam. Meski belum membeberkan detail, langkah ini disebut penting untuk meningkatkan kinerja kementerian dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan negara.
Djamari menegaskan bahwa revitalisasi tak bisa dihindari.
“Merevitalisasi kan harus. Masa enggak, kita harus revitalisasi terus, kita tingkatkan, kita tingkatkan lagi, tidak berhenti,” ujarnya d.
Namun, ia memastikan perubahan ini tidak akan sampai mengubah struktur organisasi Kemenko Polkam secara keseluruhan. Eks Pangkostrad itu juga belum mengungkap detail konsep revitalisasi yang akan diterapkan.
Rencana ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Menko Polkam ad interim Sjafrie Sjamsoeddin juga sempat menyampaikan wacana serupa.
“Arahan saya adalah revitalisasi organisasi di Kementerian Koordinator Polkam,” kata Sjafrie kala itu, usai rapat koordinasi perdananya.
Baca juga: Lansia 87 Tahun Ikut Wisuda di Sekolah Lansia Jakarta, Bikin Gubernur DKI Pramono Anung Tersentuh!
Sjafrie mengaku mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah efektif dan efisien. Namun, sama seperti Djamari, ia tidak merinci bentuk revitalisasi tersebut.
Dalam rapat perdananya bersama para deputi, Djamari juga membahas soal desk penindakan yang dibentuk Menko Polkam terdahulu, Budi Gunawan. Desk tersebut dulu menangani berbagai isu mulai dari karhutla, narkoba, korupsi, hingga perlindungan pekerja migran Indonesia.
“Salah satu yang kita bicarakan adalah masalah ke dalam itu adalah keamanan, apakah akan lebih efektif ataukah kurang efektif, atau perlu diperkuat,” kata Djamari.
Menurutnya, desk tersebut telah memberi kontribusi besar. Meski begitu, Djamari masih menimbang apakah pola penindakan melalui desk akan tetap diadopsi.
Djamari menegaskan, revitalisasi organisasi dilakukan semata-mata untuk memperkuat peran Kemenko Polkam. Target yakni menciptakan stabilitas politik dan keamanan nasional di tengah tantangan baru yang terus muncul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara