Ilustrasi suasana demo Ojol. (INDOZONE)
INDOZONE.ID - Di tengah aksi unjuk rasa dari elemen massa ojek online (ojol) yang digelar kemarin di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, tidak secara penuh para sopir ojol ikut berdemo. Seolah terpecah, ada ojol yang memilih tetap bekerja demi keluarganya.
Salah satunya komunitas ojol di Jakarta Utara. Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Ojol Jakarta Utara, Mansyur menegaskan jika komunitasnya tidak ikut dalam aksi unjuk rasa kemarin.
"Tidak. Lebih baik tetap fokus on bid untuk keluarga," kata Mansyur kepada wartawan, Kamis (18/9/2025).
Mansyur juga menegaskan jika komunitasnya tidak terafiliasi dengan Asosiasi Pengemudi Ojel Online Gabungan Aksi Roda Dua atau Garda.
Baca juga: Usai Suara Terpecah, Aksi Demo Ojol di Jakarta Kemarin Belum Maksimal?
"Nggak ada, nggak ada sangkut pautnya. Mereka nggak pernah ajak konsolidasi. Paling hanya sebatas orang-orang yang masang flyer-flyer itu,” katanya.
Pendemo Kemarin Adalah Ojol Ilegal?
Bahkan, Mansyur meragukan legitimasi dari pimpinan Garda itu sendiri yang disebut-sebut tidak terdaftar sebagai pengemudi ojol.
"Kalau saya sendiri meragukan dia itu ojol. Yang diperjuangkan itu apa? Selama ini begini-begini saja ojol," paparnya.
Diberitakan sebelumnya, massa dari elemen ojol kemarin sempat turun demo di depan Gedung DPR RI kemarin. Aksi ini digagas oleh Garda.
Tuntuan demo kemarin antara lain RUU Transportasi Online agar masuk dalam prolegnas 2025-2026, potongan aplikator 10 persen, rugalasi tarif antar barang dan makanan, audit investigasi potongan 5 persen yang diambil aplikator, penghapusan program argo goceng, slot, multi order dan member berbayar serta pengusutan tuntas tewasnya ojol Affan Kurniawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan