INDOZONE.ID - Kasus penemuan jasad wanita dengan tangan diborgol dan membusuk di Cisauk, Kabupaten Tangerang, telah dibongkar oleh pihak kepolisian.
Ternyata, mantan kekasih korban dibantu bocah di bawah umur, menjadi malaikat pencabut nyawa. Bahkan, mereka memperkosa korban secara bergilir.
INDOZONE merangkum secara singkat seluruh fakta-fakta di balik kasus mengenaskan ini. Bermula dari jasad ditemukan, kondisi korban, ditangkapnya para pelaku pembunuhan, kronologi pembunuhan, dan motif di balik aksi keji ini.
Gadis berinisial APSD (22) rupanya sudah kenal dan sempat menjalin hubungan spesial dengan tersangka RRP (19). Hubungan mereka kandas di tengah jalan.
Baca juga: Eks Kekasih Jadi Dalang Pembunuhan Wanita Diborgol di Tangerang, Rudapaksa Bergilir Sebelum Tewas
Sempat meminjam uang sebesar Rp1,1 juta, korban mencoba menagih utang tersebut kepada tersangka RRP.
Mungkin sudah sangat kesal, korban akhirnya menggunakan cara memasang foto kekasih pelaku yang baru dan mengeksposenya di status WA. ini rupanya menjadi latar belakang pelaku membunuh korban secara sadis.
"Pelaku RRP membunuh korban dengan rasa sakit hati karena korban menagih utang Rp1,1 kepada pelaku dengan cara memasang status pada story WA korban tanpa izin sehingga membuat pelaku marah," kata Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald, sebelumnya.
Atas dasar itu, tersangka mulai merencanakan skenario pembunuhan dengan mengajak kedua rekannya, yakni IF (21) dan AP (17). Para tersangka kemudian menyiapkan pisau, gunting, hingga borgol untuk mengeksekusi korban.
Pada Senin 7 Juli 2025, dini hari WIB, tersangka menjebak korban dengan meminta datang ke rumahnya. Dalihnya, tersangka ingin membayar utang.
Setibanya di rumah tersangka, utang tersebut tidak dibayarkan. Saat korban hendak pulang, korban dieksekusi
Sesaat sebelum korban pulang, tersangka RRP memiting korban dan memindahkan korban ke lahan kosong. Di sana, dua tersangka lainlangsung membantu.
"Pelaku AP dan IF menghampiri korban dengan membawa borgol, pisau, dan gunting yang telah dipersiapkan. AP memborgol kedua tangan korban, AF memegangi kaki korban," kata Reonlad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan