INDOZONE.ID - Sebuah kasus memilukan mengguncang masyarakat Jepang setelah penemuan ratusan kucing mati di sebuah rumah di Kumamoto, wilayah barat daya Jepang.
Rumah tersebut diketahui milik seorang perempuan yang ternyata merupakan bagian dari organisasi kesejahteraan hewan.
Ironisnya, justru di tempat yang seharusnya menjadi perlindungan, hewan-hewan itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Baca Juga: China Lanjutkan Impor Makanan Laut Jepang yang Sempat Dihentikan
Pihak berwenang Kota Kumamoto mulai menyelidiki setelah menerima laporan awal tentang kematian seekor kucing di lokasi tersebut.
Saat melakukan inspeksi, mereka terkejut menemukan puluhan bangkai kucing dalam kondisi membusuk dan lingkungan yang sangat tidak layak.
Kasus penumpukan kucing mati di Jepang ini pun menjadi sorotan publik, bahkan viral di media sosial karena jumlahnya yang begitu banyak dan situasi yang begitu menyedihkan.
Baca Juga: Perdana Menteri Jepang Tekankan Isu Tarif Kepada Trump Jelang Perundingan Baru
Organisasi tempat perempuan itu bernaung, Animal Assist Senju, langsung memberikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui media sosial.
Mereka menyebutkan bahwa staf mereka tersebut bertindak di luar pengawasan dan menampung terlalu banyak kucing tanpa persetujuan organisasi.
Dalam unggahan mereka, tampak kondisi rumah yang dipenuhi sampah, kotoran, dan urine, menggambarkan lingkungan yang tidak manusiawi.
Salah satu kucing bahkan ditemukan dalam kondisi kulit yang terkelupas sebagian dan tubuh dipenuhi kotoran.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa perempuan Jepang tersebut diduga menelantarkan kucing-kucing itu hingga mati secara perlahan dalam penderitaan yang panjang.
Kondisinya sungguh mengenaskan dan memicu kemarahan netizen yang mengikuti kabar viral kucing mati di rumah wanita Jepang tersebut.
Menurut keterangan dari Tsutomu Takimoto, pejabat dari pusat perlindungan hewan Kumamoto, jumlah awal kucing mati diperkirakan sekitar 100 ekor.
Namun, beberapa laporan media menyebut angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi apakah perempuan itu akan menghadapi tuntutan hukum, namun pihak berwenang telah melarangnya untuk memelihara atau menerima hewan lagi.
Dari lokasi kejadian, petugas berhasil menyelamatkan 12 kucing yang masih hidup.
Mereka langsung dievakuasi dan dirawat oleh tim penyelamat untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologisnya stabil kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: New York Post