INDOZONE.ID - Serangan udara Israel di Jalur Gaza terjadi selama dua hari sejak 17 hingga 19 April 2025.
Akibat serangan tersebut, 219 orang dikabarkan terluka, sementara puluhan lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan di area yang belum dapat dijangkau oleh tim penyelamat.
"Sedikitnya 219 orang juga dilaporkan terluka dalam serangan sejak Jumat Agung, dengan banyak anak-anak di antara para korban," ucap Menteri Kesehatan setempat, melansir Al Jazeera, Minggu (20/4/2025).
Serangan Israel selama dua hari terakhir ini juga dikabarkan telah menewaskan 92 warga Palestina di Jalur Gaza.
Baca Juga: Ribuan Pilot Tempur Israel Isi Petisi Tolak Perang di Gaza, Netanyahu Dukung Pemecatan
Lonjakan serangan terjadi di tengah blokade bantuan selama enam minggu oleh Israel, serta tuntutan agar Hamas melucuti senjata sebelum kesepakatan gencatan senjata dapat disepakati.
Hamas menolak mentah-mentah tuntutan tersebut dan bersikeras bahwa gencatan senjata permanen harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan.
Sedikitnya 15 anak-anak menjadi korban dalam serangan udara dari Israel yang menghantam tenda-tenda pengungsi di Khan Younis.
Sementara serangan di Rafah menewaskan seorang ibu dan anak perempuannya, serta dua orang lainnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya tidak punya pilihan selain terus melanjutkan perang di Gaza.
Ia juga menambahkan bahwa perang ini hanya akan berakhir jika tiga tujuan utama tercapai.
Netanyahu menyebut tiga tujuan tersebut yaitu, menghancurkan hamas, membebaskan semua sandera, dan memastikan jalur gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel di masa depan.
Pernyataan itu disampaikan setelah Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 92 korban tewas dan lebih dari 200 korban luka hanya dalam dua hari.
Pasukan Israel diketahui telah meningkatkan serangan sebagai tekanan terhadap Hamas, agar membebaskan para sandera dan melucuti senjata.
Netanyahu juga disebut menghadapi tekanan domestik yang semakin besar, baik dari keluarga sandera dan para pendukung mereka.
Baca Juga: Rencana Prabowo Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia Diapresiasi Positif
Tekanan juga muncul dari kalangan prajurit cadangan dan veteran militer, yang mempertanyakan kelanjutan perang setelah Israel memutus gencatan senjata bulan lalu.
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengklaim bahwa Hamas telah menolak proposal terbaru Israel yang menawarkan gencatan senjata berkelanjutan, sebagai imbalan atas pembebasan setengah dari jumlah sandera yang tersisa.
Sejak Israel mengakhiri gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat pada 18 Maret lalu, serangan Israel di seluruh Gaza telah menewaskan hampir 1.800 orang dan melukai hampir 4.700 lainnya.
Jumlah total korban jiwa di Jalur Gaza kini telah mencapai 51.157 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.
Angka tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan. Sementara itu PBB melaporkan bahwa perempuan dan anak-anak mencakup lebih dari dua pertiga dari korban jiwa yang berhasil mereka verifikasi.
Penulis: Sekar Andini Wibisono Putri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Euro News