Senin, 24 FEBRUARI 2025 • 11:05 WIB

Israel Menunda Pembebasan Tahanan Palestina, Apalagi Alasannya?

Author

Warga Palestina berjalan di sebuah jalan di antara puing-puing bangunan yang hancur selama serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 17 Februari 2025.

INDOZONE.ID - Israel seharusnya membebaskan tahanan Palestina pada Sabtu 22 Februari 2025, waktu setempat. Akan tetapi, Israel urung melakukannya.

Pada Minggu 23 Februari 2025, Israel mengumumkan penundaan pembebasan tahanan Palestina yang seharusnya dilakukan pada Sabtu.

Lantas, apa alasan di balik keputusan Israel tersebut? Ternyata, Israel beralasan, bahwa kelompok militan Hamas belum memenuhi syarat yang ditetapkan mereka.

Tak hanya itu, Israel pun menyoroti kerapuhan dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pernyataannya, menyebut bahwa 620 tahanan dan narapidana Palestina tidak akan dibebaskan sampai ada kepastian mengenai pelepasan sandera berikutnya.

Baca Juga: Hamas Bebaskan 6 Warga Israel dalam Pertukaran Sandera di Bawah Gencatan Senjata

Selain itu, Israel juga menegaskan tidak ingin adanya "upacara penghinaan" dalam proses pembebasan sandera.

Itu merujuk pada serangkaian serah terima sebelumnya, yang dianggap bertentangan dengan hukum internasional.

Dalam beberapa penyerahan sebelumnya, Hamas menampilkan para sandera di depan massa. Mereka pun meminta para sandera berbicara sebelum diserahkan.

Bahkan, beberapa jenazah sandera yang telah meninggal ,dibawa dalam peti mati melewati kerumunan orang.

Perlu diketahui, pernyataan dari Israel ini hadir usai Hamas menyerahkan enam sandera pada Sabtu 22 Februari 2025.

Baca Juga: Donald Trump Cabut Kebijakan Joe Biden soal Batasan Akses Bom 2.000 Pon ke Israel

Enam orang tersebut merupakan sandera terakhir yang masih hidup dalam fase pertama perjanjian tersebut.

Sementara itu, empat jenazah sandera Israel lainnya, dijadwalkan akan diserahkan pekan depan.

Bangunan-bangunan yang hancur di Gaza di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, seperti yang terlihat dari perbatasan Israel dengan Gaza, Israel 5 Februari 2025. (Foto: REUTERS/Amir Cohen)

Belum jelas apakah Israel menginginkan kepastian mengenai serah terima jenazah tersebut atau terkait pembebasan sandera lainnya.

Setelah enam sandera tiba di Israel, Hamas merilis video yang memperlihatkan dua sandera lainnya, Eviatar David dan Guy Gilboa-Dalal, menyaksikan serah terima sebelumnya pada hari itu.

Hamas Tuduh Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata

Lebih lanjut, juru bicara Hamas, Abdul Latif Al-Qanou, menuduh Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Bagaimana tidak, Israel belum membebaskan tahanan Palestina seperti yang dijanjikan dalam kesepakatan gencatan senjata.

Israel dan Hamas memang kerap saling tuduh melakukan pelanggaran sejak gencatan senjata dimulai pada 19 Januari 2025.

Hamas bahkan pernah mengancam untuk menghentikan serah terima sandera, karena dugaan pelanggaran yang dilakukan Israel.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Channelnewsasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU