Minggu, 25 FEBRUARI 2024 • 09:40 WIB

Rumah Sakit di Korea Selatan Memperpanjang Jam Kerja untuk Mengatasi Protes Dokter

Author

Para dokter meneriakkan slogan dalam sebuah protes menentang rencana untuk menerima lebih banyak siswa di sekolah kedokteran, di depan Kantor Kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, 22 Februari 2024

INDOZONE.ID - Rumah sakit umum di Korea Selatan akan memperpanjang jam kerja, kata perdana menteri pada hari Jumat (23 Februari) sambil memperluas penggunaan telemedis untuk meringankan beban yang semakin besar pada layanan kesehatan setelah ribuan dokter peserta pelatihan melakukan pemogokan massal pada minggu ini.

Rumah sakit telah menolak pasien dan membatalkan operasi setelah sekitar dua pertiga dokter muda di negara tersebut mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah untuk menambah jumlah orang yang masuk ke sekolah kedokteran, sehingga memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut.

Pengoperasian institusi medis publik akan ditingkatkan secara maksimal,” kata Perdana Menteri Han Duk-soo pada pertemuan manajemen bencana, dan mengatakan bahwa rumah sakit tersebut akan tetap buka lebih lama serta pada akhir pekan dan hari libur untuk menampung lonjakan pasien.

Baca Juga: Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Beri Peringatan dan Langkah Kongkret Atasi Dampak Perubahan Iklim

Ketika pemogokan memasuki hari keempat, Kementerian Kesehatan mengatakan pihaknya mengizinkan semua rumah sakit dan klinik untuk menawarkan layanan telemedis, seperti konsultasi dan resep, yang hingga saat ini hanya tersedia secara terbatas.

Lebih dari 7.800 dokter magang dan dokter residen telah mogok kerja, kementerian menambahkan.

Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari 100.000 dokter di negara ini, tetapi mereka memiliki peran penting dalam operasi sehari-hari di rumah sakit pendidikan, di mana mereka dapat mencapai lebih dari 40 persen staf, karena penghematan biaya membuat mereka menarik bagi rumah sakit yang lebih besar.

Baca Juga: Bejat! Begini Kronologi Pelecehan Oknum Rektor di Jakarta Berujung Dipolisikan

Mereka melakukan tugas-tugas penting di ruang gawat darurat, unit perawatan intensif, dan ruang operasi di rumah sakit besar yang merawat pasien yang dirujuk oleh rumah sakit kecil dan klinik swasta.

Perawat menyatakan bahwa mereka terpaksa untuk melakukan prosedur di bangsal dan ruang operasi yang biasanya merupakan hak dokter peserta pelatihan.

Tanggung jawab utama siapa pun dalam profesi medis adalah menjaga kesehatan dan kehidupan pasien,” kata Tak Young-ran, presiden Asosiasi Perawat Korea, dan mendesak para dokter untuk kembali bekerja.

Baca Juga: Bejat! Begini Kronologi Pelecehan Oknum Rektor di Jakarta Berujung Dipolisikan

Meningkatnya tekanan terhadap rumah sakit mendorong pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan kesehatannya pada hari Jumat setelah unit gawat darurat di rumah sakit terbesar telah dibatasi sejak protes dimulai pada hari Selasa.

Para dokter yang melakukan protes mengatakan masalah sebenarnya adalah gaji dan kondisi kerja, bukan jumlah dokter.

Namun rencana pemerintah bertujuan untuk mengatasi kekurangan sebanyak 15.000 dokter yang diperkirakan terjadi pada tahun 2035, yang merupakan salah satu populasi dengan penuaan tercepat di dunia, dimana jumlah dokter juga semakin banyak yang mulai menua.

Baca Juga: Terungkap! Ini Identitas KKB Penembak Pesawat Wings Air yang Ditembak Mati Aparat

Para dokter senior dan Asosiasi Medis Korea, yang mewakili praktisi swasta, tidak ikut serta dalam aksi mogok kerja tersebut, namun mengadakan aksi unjuk rasa yang mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana tersebut. Reli besar lainnya diperkirakan terjadi pada hari Minggu di ibu kota Seoul.

Perdana Menteri kembali mengimbau para dokter muda untuk tidak menodai kenangan atas pengorbanan dan dedikasi mereka selama pandemi COVID-19 yang telah membuat mereka mendapatkan rasa hormat dari masyarakat melalui tindakan mereka.

Dia meminta komunitas medis untuk berhenti “memaksa dokter muda” dan mengatakan pemerintah selalu terbuka untuk melakukan pembicaraan.

Baca Juga: Satgas Pangan Polri Cek Stok Beras di Sejumlah Pasar Sampai Mini Market di Banten, Ini Hasilnya

Banyak warga Korea yang mendukung rencana penerimaan lebih banyak sekolah kedokteran, dengan jajak pendapat Gallup Korea baru-baru ini menunjukkan sekitar 76 persen responden mendukung, terlepas dari afiliasi politiknya.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU