Jumat, 03 NOVEMBER 2023 • 16:26 WIB

Mirip Bendera Palestina, Sejak Kapan Semangka Menjadi Simbol Perlawanan?

Author

Ilustrasi buah semangka.

INDOZONE.ID – Semangka merupakan tanaman merambat yang tumbuh di daerah semi gurun di Afrika bagian selatan. Buah ini mendadak populer di dunia maya.

Semangka dianggap sebagai simbol perlawanan Palestina. Saat Anda memotong semangka, Anda sebenarnya bisa melihat bagian dalamnya yang melambangkan bendera Palestina.

Bagaimana menurut anda, bagian dalam semangka berwarna merah, bijinya berwarna hitam, kulitnya putih, dan kulitnya hijau.

Kapan Buah Semangka Menjadi Lambang Perlawanan Warga Palestina?

Baca Juga: Seorang Pria WNI Dipenjara-Dicambuk Setelah Berenang ke Singapura Jadi TKI Ilegal

Semangka pertama kali muncul pada tahun 1967, ketika Israel menguasai Tepi Barat dan Gaza serta menduduki Yerusalem Timur.

Pemerintah Israel pada saat itu menganggap pengibaran bendera Palestina di tempat-tempat umum di Gaza atau Tepi Barat merupakan suatu kejahatan.

Warga Roma, Italia, melakukan aksi bela Palestina.

Situasi ini pada akhirnya membuat warga Palestina memilih semangka sebagai simbol perlawanan. Salah satunya menggambar semangka.

Pemerintah Israel juga mengakui hal ini. Mereka mengambil langkah untuk sepenuhnya melarang semangka dan lukisan lain yang menampilkan warna yang mirip dengan bendera Palestina.

Baca Juga: Panji Gumilang akan Diperiksa Polisi Pekan Depan Usai Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang

Seniman Suliman Mansour mengatakan kepada The National pada tahun 2021 bahwa otoritas Israel menutup pameran karyanya dan karya lainnya di Galeri 79 Ramallah pada tahun 1980. Mereka antara lain Nabil Anani dan Issam Badr.

"Mereka mengatakan kepada kami bahwa melukis di bendera Palestina dilarang, begitu pula warnanya. Lalu Issam berkata, ``Bagaimana jika kita membuat bunga berwarna merah, hijau, hitam dan putih? '', pejabat itu dengan marah menjawab, ``Itu akan terjadi disita.'' Kata-kata yang dikutip oleh TIME.

Larangan Mengibarkan Bendera Palestina akhirnya dicabut pada tahun 1993

Hal ini terjadi berdasarkan Perjanjian Oslo, yang memberikan pengakuan timbal balik antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina.

Perjanjian ini merupakan perjanjian formal pertama untuk menyelesaikan konflik negara Israel-Palestina.

Negara bagian New York telah mengakui peran semangka sebagai simbol selama pelarangan bendera. Penggunaan semangka sebagai simbol perlawanan terhadap negara Palestina muncul kembali pada tahun 2021.

Namun, simbol tersebut menentang keputusan pengadilan Israel yang menyatakan bahwa keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur harus diusir dari rumah mereka untuk memberi jalan bagi pemukim.

Dua tahun telah berlalu, tepatnya tahun 2023, dan kini simbol semangka kembali dikibarkan, seiring Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir memberikan wewenang kepada polisi untuk menyita bendera Palestina.

Jasad para warga sipil Palestina yang telah menjadi korban serangan Israel di Jalur Gaza.

Baca Juga: Dua Remaja di Mamuju Diringkus Polisi Usai Gasak Belasan Tabung Gas 3 Kg di Sejumlah Toko Kelontong

Terakhir, pada juni lalu, organisasi komunitas Arab-Israel Zazim melancarkan kampanye memprotes penangkapan dan penyitaan bendera tersebut.

Foto buah semangka bertuliskan "Ini bukan bendera Palestina" terpampang di 16 taksi yang beroperasi di Tel Aviv.

“Pesan kami kepada pemerintah jelas (bahwa) kami akan selalu menemukan cara menghindari larangan yang tidak dapat dibenarkan dan kami tidak akan pernah berhenti memperjuangkan kebebasan berekspresi dan demokrasi,” kata Direktur Zazim Raluca Ganea.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU