INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menandatangani kesepakatan awal perdamaian, berdasarkan laporan pada Kamis (18/6/2026).
Presiden AS, Donald Trump, menandatangani kesepakatan awal tersebut di Istana Versailles, Prancis. Itu diketahui dari unggahan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di akun X-nya @Emmanuel Macron, pada hari ini.
Dalam unggahan itu, Trump duduk di sebelah Macron. Sebelum menandatangani kesepakatan awal itu, ia berkata, “Ini tidak mudah.”
Trump kemudian menyerahkan salinan dokumen dan pena yang dipakainya, kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio.
Baca juga: Donald Trump Harap Selat Hormuz Dibuka Jumat Ini, tapi …
“Presiden Trump menandatanganinya malam ini di Versailles, perjanjian antara Iran dan AS. Kesepakatan ini membuka jalan bagi perdamaian yang langgeng dan memungkinkan dibukanya lagi Selat Hormuz,” ungkap Macron, dikutip dari akun X-nya, Kamis (18/6/2026).
Saat meninggalkan jamuan makan malam di Istana Versailles, ia kembali berucap, “Sudah ditandatangani.”
Sebelumnya, Trump dan Wakil Presiden (Wapres) AS JD Vance disebut telah menandatangani kesepakatan awal ini secara digital pada akhir pekan lalu.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani kesepakatan awal tersebut di Teheran, menurut laporan kantor berita IRNA. Dalam video yang beredar, Pezeshkian tampak berwajah datar.
Kesepakatan Awal Perdamaian Berlaku Segera
Kesepakatan awal ini akan segera berlaku setelah para pemimpin dari kedua negara menandatanganinya, menurut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Kamu harus tahu, Pakistan merupakan mediator antara AS dan Iran dalam perundingan untuk mencapai perdamaian ini.
Baca juga: Trump Umumkan Kesepakatan AS-Iran Segera Ditandatangani, Selat Hormuz akan Dibuka Lagi
Kesepakatan awal tersebut akan menghentikan permusuhan kedua negara secara permanen. Selain itu, kesepakatan awal ini juga menandai dimulainya negosiasi jangka panjang, 60 hari, untuk capai persetujuan akhir terkait program nuklir Iran.
Selain membahas nuklir Iran, kesepakatan awal ini juga berisikan pencabutan sanksi AS terhadap Iran. Jadi, Iran bisa menjual minyaknya secara bebas sebagai bentuk konsesi besar dari AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Twitter, AP News