Jumat, 22 MEI 2026 • 09:50 WIB

Indonesia Kecam Tindakan Tak Manusiawi Israel kepada Relawan Global Sumud Flotilla dalam Tahanan

Author

Relawan dari berbagai elemen memajang plakat tulisan dan poster dalam aksi solidaritas bagi WNI dan jurnalis yang diculik Israel di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026. (Antara Foto/Fauzan)

INDOZONE.ID - Indonesia mengecam tindakan tidak manusiawi, termasuk kekerasan, Israel kepada relawan peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 selama masa penculikan dan penahanan.

Di antara para relawan GSF tersebut, ada sembilan warga negara Indonesia (WNI). Sebanyak tiga di antara sembilan WNI itu, berprofesi sebagai wartawan. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta wartawan Tempo Andre Prasetyo Nugroho. 

Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan pernyataan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA/BPMI Sekretariat Presiden)

Dalam masa penahanan di Israel, para relawan GSF dilaporkan mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, seperti dipukul, disetrum, dan ditembaki peluru karet. Tak ayal, beberapa relawan pun menderita luka serius.

Bahkan, video Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menghina para relawan yang diikat dan dipaksa berlutut selama penahanan, viral di media sosial (medsos).

Baca juga: GPCI Konfirmasi Semua Relawan GSF yang Ditahan Militer Israel Sudah Dibebaskan

Perlakuan Israel itu pun dapat kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Indonesia. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyebut tindakan tidak manusiawi itu telah melanggar Hukum Humaniter Internasional.

“Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan,” kata Sugiono, dikonfirmasi di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026, dikutip dari Antara, Jumat (22/5/2026).

“Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.

Dicegat dan Diculik oleh Israel

Pada awal pekan ini, kapal-kapal misi kemanusiaan GSF yang berlayar menuju Gaza, Israel, dicegat oleh pasukan angkatan laut Israel di perairan internasional. Bahkan, semua relawan dalam misi kemanusiaan itu turut diculik oleh Israel.

Padahal, para relawan GSF berlayar dengan membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang menderita karena konflik dengan Israel, bukan persenjataan.

Baca juga: Israel Gempur Lebanon Selatan, 29 Orang Tewas Termasuk Perempuan dan Anak-Anak

Namun, Israel telah membebaskan semua relawan GSF, termasuk sembilan WNI, pada Kamis 21 Mei 2026. Pemerintah Indonesia pun mengawal proses pemulangan kesembilan WNI tersebut.

Menurut laporan, kesembilan WNI itu akan terbang ke Istanbul, Turki, lebih dulu sebelum kembali ke Indonesia.

“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkas Sugiono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU