Kamis, 14 MEI 2026 • 15:20 WIB

Rusia Klaim AS Siap Negosiasikan Penyelesaian Konflik di Ukraina

Author

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS)

INDOZONE.ID - Kontak tingkat tinggi antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa Washington siap menegosiasikan penyelesaian konflik di Ukraina.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Pankin, kepada RIA Novosti dalam sebuah wawancara.

"Kontak kami dengan Amerika, kontak presiden kami, yang dilakukan melalui telepon dan secara langsung, memberikan kesan yang baik, kesan bahwa Amerika bersedia mewujudkan kesepakatan dalam kerangka fungsi yang mereka usulkan untuk menyelesaikan konflik Ukraina," kata Pankin, seperti INDOZONE sadur dari Reuters, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Indonesia Berpeluang Kirim Kosmonot ke Rusia, Ini yang Dibahas Prabowo-Putin

Ajudan Kremlin, Yury Ushakov, pekan lalu mengatakan upaya untuk menyelesaikan konflik Ukraina akan tetap buntu bahkan setelah puluhan putaran negosiasi, kecuali Kiev menarik pasukan bersenjatanya dari Donbas.

Dia mencatat bahwa Kiev memahami perlunya penarikan tersebut dan pada akhirnya harus melaksanakannya.

Rusia berulang kali menegaskan kesiapannya untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan untuk krisis Ukraina berdasarkan kesepahaman yang dicapai oleh presiden Rusia dan AS pada KTT Alaska, termasuk penghapusan akar penyebab konflik, yaitu ancaman terhadap keamanan nasional Rusia.

Baca juga: Jelang Pemilu, Hungaria Temukan Bahan Peledak di Dekat Pipa Gas Rusia

Pada Maret, Presiden AS Donald Trump mengatakan terkejut atas keengganan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk mencapai kesepakatan guna menyelesaikan konflik Ukraina.

Dia mengaku jauh lebih sulit untuk mencapai kesepakatan dengan Zelenskyy daripada dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU