INDOZONE.ID - Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) makin panas meski gencatan senjata masih berlaku sejak 7 April 2026. Teranyar, Iran melarang AS mengirim senjata melalui Selat Hormuz.
Biasanya, Paman Sam mengirim senjata-senjata mereka ke berbagai pangkalan militernya di Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Akan tetapi, AS harus memikirkan rute baru usai Iran mengeluarkan larangannya.
Larangan terhadap aktivitas pengiriman senjata AS itu diungkapkan oleh juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia.
Ia menyatakan, bagian barat Selat Hormuz ada di bawah pengawasan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sedangkan tentara lain mengawasi bagian timur.
Baca juga: Karena Agresi Militer, Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase
"Mulai sekarang, kami tak akan mengizinkan senjata Amerika melintasi Selat Hormuz dan memasuki pangkalan-pangkalan regional," kata Akraminia seperti dikutip Press TV, dilansir dari Antara, Kamis (14/5/2026).
"Pengendalian yang terkoordinasi ini akan meningkatkan pengawasan dan kedaulatan Iran atas kawasan tersebut, sekaligus menghasilkan pendapatan hingga dua kali pendapatan minyak," jelasnya.
Kapan Perang AS-Israel dengan Iran Berakhir
Perang antara AS-Israel dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Teheran.
Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.
Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Iran tidak tinggal diam dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Baca juga: Iran Disebut Masih Punya 70 Persen Sistem Peluncur Rudal, AS Kecolongan?
Perang AS-Israel dengan Iran pun berdampak global. Sebab, aksi Iran mengetatkan penjagaan di Selat Hormuz, jalur maritim paling aktif dengan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melaluinya, membuat harga energi melonjak.
Gencatan senjata telah diberlakukan, tapi itu tidak akan berarti tanpa ada perdamaian. Kini, semua pihak menunggu akhir dari perang AS-Israel dengan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara