Rabu, 13 MEI 2026 • 16:27 WIB

Karena Agresi Militer, Iran Gugat AS ke Mahkamah Arbitrase

Author

Asap ledakan di Teheran, Iran, karena serangan AS-Israel. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS)

INDOZONE.ID - Iran mengambil langkah konkret atas agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap negaranya. Menurut laporan Kantor Berita Mizan, Iran melaporkan AS atas agresi militernya ke Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, Selasa 12 Mei 2026.

Dilaporkan, gugatan Iran diajukan pada Februari-Maret 2026. Gugatan tersebut mencakup beberapa hal, seperti tuduhan agresi militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran, pemberlakuan sanksi ekonomi, serta ancaman penggunaan kekuatan.

Asap ledakan usai serangan Israel ke Teheran, Iran. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS)

Selain itu, Iran juga mengajukan gugatan terhadap AS atas pelanggaran kewajiban internasional AS selama operasi militer pada Juni 2025.

Kepada Mahkamah Arbitrase, Iran menuntut AS menghentikan keterlibatannya, baik secara langsung maupun tidak, terhadap urusan internal pihak Teheran dan memberikan kompensasi penuh atas semua kerusakan oleh tindakan AS.

Baca juga: Iran Disebut Masih Punya 70 Persen Sistem Peluncur Rudal, AS Kecolongan?

Dasar dari gugatan Iran adalah Perjanjian Aljazair 1981. Dalam perjanjian itu, Pengadilan Klaim Iran-AS terbentuk di Den Haag dengan tujuan menyelesaikan sengketa dan menegaskan penolakan pihak Teheran terhadap campur tangan Paman Sam.

Perang AS-Israel dan Iran Rugikan Banyak Pihak

Perang antara AS-Israel dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Teheran. 

Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.

Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.

Iran tidak tinggal diam dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Baca juga: Presiden AS Donald Trump Bete atas Tanggapan Iran terhadap Usulan Damai dari Negaranya

Perang AS-Israel dengan Iran pun berdampak global. Sebab, aksi Iran mengetatkan penjagaan di Selat Hormuz, jalur maritim paling aktif dengan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melaluinya, membuat harga energi melonjak.

Gencatan senjata telah diberlakukan sejak 7 April lalu, tapi itu tidak akan berarti tanpa ada perdamaian. Kini, semua pihak menunggu akhir dari perang AS-Israel dengan Iran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU