INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan kekesalannya atas respons Iran terhadap usulan perdamaian ajukan Paman Sam.
Trump menumpahkan ketidakpuasan dan ketidaksukaannya tersebut dalam unggahan di media sosial (medsos) Truth Social.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'wakil' dari Iran. Saya tak suka -- BENAR-BENAR TAK DAPAT DITERIMA!" kata Trump, dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026).
Beberapa jam sebelumnya, media pemerintah Iran menyatakan Pihak Teheran telah mengirimkan tanggapan melalui mediator Pakistan soal usulan damai yang dibuat AS.
Baca juga: IRGC Ancam Serang Kapal AS dan Sekutunya jika Ganggu Tanker Iran di Selat Hormuz
"Tanggapan Republik Islam Iran terhadap proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang telah dikirim kepada mediator Pakistan hari ini," menurut kantor berita IRNA.
Menurut laporan televisi nasional Iran, IRIB, respons Iran fokus pada penghentian perang yang dimulai AS dan Israel di semua lini, terutama Lebanon. Selain itu, Iran pun ingin memastikan keamanan pelayaran.
Kamu harus tahu, Israel juga terlibat perang dengan Lebanon yang telah memasuki masa gencatan senjata sejak 17 April lalu. Meski tengah gencatan senjata, Israel tetap melancarkan serangan sekaligus saling tembak dengan Hizbullah.
Oleh sebab itu, selain ingin mengakhiri perang dengan AS-Israel, Iran juga mau perdamaian tercapai di Lebanon.
Kesepakatan Damai Menjauh?
Perang antara AS-Israel dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Teheran.
Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.
Baca juga: Prancis Jamin Keamanan Selat Hormuz, Tapi Iran Harus Setujui Proposal AS
Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Iran tidak tinggal diam dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Perang AS-Israel dengan Iran pun berdampak global. Sebab, aksi Iran mengetatkan penjagaan di Selat Hormuz, jalur maritim paling aktif dengan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melaluinya, membuat harga energi melonjak.
Gencatan senjata telah diberlakukan sejak 7 April lalu, tapi itu tidak akan berarti tanpa ada perdamaian. Kini, semua pihak menunggu akhir dari perang AS-Israel dengan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara