Jumat, 03 APRIL 2026 • 11:40 WIB

Trump Pecat Jaksa Agung AS Pam Bondi, Dianggap Gagal Rilis "Berkas Epstein"

Author

Mantan Jaksa Agung AS Pam Bondi (Reuters). 

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Jaksa Agung Pam Bondi, sekutu lama dan pembela setia pemerintahannya, dari jabatannya sebagai pejabat penegak hukum tertinggi Amerika. 

Trump memuji Bondi dalam unggahan di Truth Social dan mengatakan ia akan "beralih" ke peran di sektor swasta.

Bondi akan digantikan oleh mantan wakilnya, Todd Blanche. Bondi adalah pejabat kedua pemerintahan Trump dalam beberapa pekan terakhir yang dipecat, setelah Kristi Noem dipecat sebagai menteri keamanan dalam negeri pada Maret lalu.

Baca juga: Rusia Kirim Kapal Kedua ke Kuba untuk Tembus Blokade Minyak AS

Kekecewaan Trump soal Penanganan Berkas Epstein

Meskipun Trump memuji kinerja Bondi—mengawasi penindakan kejahatan besar-besaran di seluruh negeri—presiden dilaporkan semakin frustrasi dengan Bondi, terutama atas penanganannya terhadap berkas Epstein.

Saat dilantik pada Februari 2025, Bondi bersumpah akan transparan tentang kasus Jeffrey Epstein, terpidana pelecehan seksual yang meninggal di penjara pada 2019. 

Ia berjanji akan merilis daftar klien yang diduga terkait dengan Epstein. Departemen Kehakiman kemudian menyatakan tidak ada daftar semacam itu. 

Pada akhirnya, jutaan berkas terkait Epstein dirilis di bawah tekanan—termasuk dari pendukung Trump—dan hanya setelah Kongres meloloskan undang-undang yang mewajibkan Departemen Kehakiman mempublikasikan catatan yang tidak diklasifikasikan.

Baca juga: NASA Siap Gelontorkan 20 Miliar Dolar Bangun Pangkalan di Bulan, Batal Bangun Stasiun Luar Angkasa

Kritik Bipartisan dan Panggilan Resmi Kongres

Bondi dan departemennya menghadapi kecaman bipartisan. Anggota parlemen menuduh Departemen Kehakiman gagal menyamarkan beberapa informasi identitas para penyintas, sambil melindungi identitas mereka yang bukan korban.

Baru-baru ini, sebuah komite kongres secara resmi memanggil Bondi untuk menjawab pertanyaan atas penanganan investigasi Epstein. Ia dijadwalkan hadir bulan ini.

Para penyintas juga mengatakan kepada BBC bahwa Bondi belum bertemu mereka atau membalas email mereka tentang kesalahan Epstein, dan masalah itu telah menjadi kewajiban politik bagi Trump. 

Bondi sendiri menyebut Epstein sebagai monster dan menyampaikan rasa simpatinya kepada para korban.

Baca juga: UU Israel yang Permudah Vonis Mati Tahanan Palestina Disahkan, Indonesia Gusar!

Penanganan Investigasi Lawan Politik dan Kasus Penembakan Minneapolis

Di bawah kepemimpinan Bondi, Departemen Kehakiman melakukan sejumlah investigasi kriminal terhadap lawan politik presiden, termasuk Senator California Adam Schiff, Jaksa Agung New York Letitia James, dan mantan Direktur FBI James Comey.

Pada September, Trump mendorong Bondi untuk menyelidiki musuh politiknya secara lebih agresif. 

Departemen Kehakiman di bawah Bondi juga menghadapi pertanyaan atas penanganan investigasi terhadap agen imigrasi federal yang menembak mati dua orang saat konfrontasi di Minneapolis, Minnesota, yang memicu demonstrasi nasional pada Januari.

Baca juga: Harga Migas Eropa Naik hingga 70%, Akibat Konflik Timur Tengah

Yang Bertahan dan yang Keluar

Dengan pengumuman Trump ini, Bondi menjadi anggota kabinet ketiga yang hengkang dalam masa jabatan ini, menyusul Noem dan tahun lalu Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz. 

Namun, lingkaran dalam pemerintahan Trump saat ini relatif utuh, kontras dengan masa jabatan pertamanya yang terkenal dengan sirkulasi pemecatan dan penggantian yang cepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU