Minggu, 29 MARET 2026 • 13:06 WIB

AS Kirim 3.500 Marinir ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas

Author

Jet tempur F18 AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln. (U.S. Navy/Handout via REUTERS)

INDOZONE.IDKomando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan pada Sabtu bahwa sebanyak 3.500 personel marinir dan pelaut telah tiba di kawasan Timur Tengah pada Jumat (27/3/2026).

Dalam unggahan di X, CENTCOM menyebutkan bahwa para personel tersebut berada di atas kapal perang USS Tripoli (LHA 7) yang resmi memasuki wilayah tanggung jawab mereka pada 27 Maret.

Kapal serbu amfibi kelas America ini berfungsi sebagai kapal utama dalam kelompok tempur Tripoli Amphibious Ready Group/31st Marine Expeditionary Unit. Satuan ini terdiri dari sekitar 3.500 marinir dan pelaut, lengkap dengan pesawat tempur, helikopter angkut, serta berbagai perlengkapan tempur amfibi dan taktis.

Baca juga: Yaman Khawatir Terseret Konflik AS-Iran, Beban Ekonomi Bisa Jadi Krisis Kemanusiaan

Kedatangan pasukan ini disebut sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, yang berkaitan dengan memanasnya konflik dengan Iran.

Media Israel, ynetnews.com, melaporkan bahwa pasukan amfibi seperti ini memiliki kemampuan untuk melakukan serangan dari laut sekaligus operasi darat.

Biasanya, unit semacam ini digunakan untuk misi cepat, seperti mengamankan lokasi strategis, evakuasi warga, hingga potensi serangan ke wilayah pesisir.

Sementara itu, laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Pentagon tengah mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Langkah ini disebut sebagai upaya memberikan lebih banyak opsi militer kepada Presiden AS Donald Trump, selain jalur diplomasi.

Pasukan tambahan tersebut kemungkinan akan terdiri dari infanteri dan kendaraan lapis baja. Nantinya, mereka akan bergabung dengan sekitar 5.000 marinir serta ribuan pasukan lintas udara dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang sebelumnya sudah diperintahkan ke kawasan tersebut.

Meski demikian, belum ada kejelasan terkait lokasi pasti penempatan pasukan tersebut. Namun, mereka diperkirakan akan berada dalam jangkauan strategis terhadap Iran, termasuk Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak penting bagi negara tersebut.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kroasia mengonfirmasi bahwa kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford telah memasuki perairan pelabuhan Split pada hari yang sama.

Pemerintah Kroasia sebelumnya telah memberikan izin bagi kapal tersebut untuk memasuki wilayah perairannya dan bersandar di pelabuhan Split.

Baca juga: Australia Larang Warga Iran Berkunjung, Ini Alasannya

Menurut keterangan resmi, kedatangan kapal induk ini merupakan bagian dari agenda kunjungan pelabuhan rutin serta rencana pemeliharaan yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: CGTN

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU