Kapal Malaysia Dapat Izin Lewati Selat Hormuz, Anwar Ibrahim Ucapkan Terima Kasih ke Iran
INDOZONE.ID - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan bahwa Iran telah memberikan izin bagi kapal-kapal Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz.
Izin ini diberikan di tengah krisis energi global akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (26/3/2026), Anwar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas izin yang diberikan.
Ia menyebutnya sebagai "izin awal" yang memungkinkan kapal-kapal Malaysia melalui jalur perairan yang secara efektif ditutup oleh Tehran.
Baca juga: Panic Buying Melanda Australia, PM Albanese Pastikan Pasokan BBM Aman
Proses Pemulangan Kapal Tanker
Anwar mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia sedang dalam proses mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak serta pekerja yang terlibat agar mereka bisa melanjutkan perjalanan pulang.
Ia tidak merinci berapa banyak kapal yang telah mendapat izin melintasi selat tersebut.
Anwar juga tidak menjelaskan kondisi apa yang diberikan Iran untuk memungkinkan kapal-kapal Malaysia melintas dengan selamat.
Baca juga: Australia Larang Warga Iran Berkunjung, Ini Alasannya
Malaysia Terdampak, Namun Lebih Siap
Anwar mengakui bahwa Malaysia terkena dampak dari gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Namun, ia menyebut negara Asia Tenggara itu berada dalam posisi yang lebih baik dibanding negara lain berkat kapasitas perusahaan minyak dan gas milik negara, Petronas.
Meskipun Malaysia merupakan pengekspor LNG (liquefied natural gas) terkemuka di dunia, negara ini mengimpor hampir 70 persen kebutuhan minyak mentahnya dari kawasan Teluk.
Baca juga: Trump Jadwalkan Kunjungan ke China pada Mei, Bertemu Xi Jinping Usai Penundaan akibat Perang Iran
Langkah Konservasi Energi
Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, pemerintah Malaysia akan mengambil sejumlah langkah penghematan energi. Anwar menyebutkan beberapa kebijakan yang akan diterapkan.
Mengurangi kuota bulanan individu untuk bensin bersubsidi
Menerapkan kerja dari rumah (work from home) secara bertahap dan selektif bagi pegawai negeri
"Pasokan pangan terpengaruh, harga pasti akan naik. Pupuk juga, dan tentu saja, minyak dan gas," ujar Anwar.
"Jadi ada langkah-langkah yang perlu kita ambil. Ada negara yang dampaknya jauh lebih parah dari kita, tapi itu tidak berarti kita sepenuhnya luput," tambahnya.
Baca juga: Thailand Siap Pangkas Pajak Minyak di Tengah Lonjakan Harga Energi
Situasi di Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang biasanya melayani transportasi sekitar seperlima pasokan minyak global dan LNG. Sejak konflik memanas, jalur ini secara efektif ditutup oleh Iran.
Iran menyatakan bahwa selat tetap terbuka bagi kapal yang tidak berseberangan dengan AS atau Israel.
Namun, Tehran mengklaim hak untuk menguasai jalur perairan tersebut dan telah mengakui bertanggung jawab atas setidaknya dua dari 20 serangan terhadap kapal niaga yang tercatat di kawasan itu.
Parlemen Iran juga sedang mendorong legislasi yang akan memberlakukan sistem tol di selat tersebut.
Baca juga: Iran Waspada Invasi Pulau, Ancam Hantam Infrastruktur Musuh
Hal ini menyusul laporan bahwa otoritas Iran meminta kapal-kapal yang melintas membayar hingga 2 juta dolar AS untuk menjamin keamanan perjalanan mereka.
Sebelum perang, rata-rata 120 kapal melintasi selat ini setiap hari. Menurut perusahaan intelijen maritim Windward, saat ini jumlahnya sangat menurun.
Pada Rabu (25/3/2026), lima kapal terdeteksi melintas menggunakan sistem identifikasi otomatis, naik dari empat kapal sehari sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera